
Pekalongan, nukotasantri.or.id – Ambulans NU atau Mobil Siaga NU menjadi salah satu fasilitas yang dimiliki oleh MWCNU di Kabupaten Pekalongan. Untuk meningkatkan layanan kesehatan, LAZISNU PCNU Kabupaten Pekalongan menggelar Defensive Driving Training, Selasa, (24/06), di Hall Markisa Lantai 4. Kegiatan ini bekerjasama dengan Rumah Sakit Ki Ageng Sedayu Wonopringgo yang diikuti oleh 50 peserta dari UPZIS Ranting maupun MWC.

“Pelatihan ini sebagai wujud nyata pemberian bekal dan pendampingan bagi para sopir mobil siaga atau layanan.
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rumah Sakit Ki Ageng Sedayu yang telah menyambut baik kerjasama ini. Ini adalah bagian dari komitmen memberikan pelayanan yang baik bagi segenap stakeholders. RS Ki Ageng Sedayu bukanlah lembaga ecek-ecek,” ucap H. Mujahidin, Ketua LAZISNU, dalam sambutannya.
Pelatihan ini diisi oleh Kasatlantas Polres Pekalongan tentang lalu lintas berkendara; PMI tentang manajemen ambulans, dan dari pihak Rumah Sakit Ki Ageng Sedayu. Untuk mendoakan keselamatan driver saat menjalankan tugas, K.H. Ahmad Muzaki, Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan bekali driver ijazah khusus.
Direktur LAZISNU Kabupaten Pekalongan, Abraham Usman, turut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pentashurrafan dari dana ZIS yang sudah terkumpul.
”Jadi, ambulans NU ini bagian dari cita-cita kita bersama. Ini merupakan pelayanan untuk mustahik terkhusus di bidang kesehatan. Dana untuk pembelian ambulans NU dan kegiatan pelatihan driver ini berasal dari swadaya masyarakat yang memberi amanah kepada LAZISNU. Ini wujud komitmen kami bahwa dari umat, juga harus kembali ke umat dalam bentuk jasa atau manfaat,” ungkapnya.
”Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon positif dari UPZIS NU tingkat ranting maupun kecamatan. Rencananya, peserta dari UPZIS akan dibentuk paguyuban driver ambulans untuk memudahkan kita monitoring dan evaluasi,” imbuhnya.

H. Mahrus, Komisaris RS Ki Ageng Sedayu, memberikan apresiasi karena antusias NU untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
”Kami merasa senang dan kami tidak merasa direpoti. Rumah sakit ini sudah kami persembahkan untuk NU Kabupaten Pekalongan. RSKAS ini hadir untuk masyarakat. Contoh bentuk komiten layanan yang istimewa adalah setiap pasien yang masuk IGD langsung ditangani dalam hitungan detik. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan apa yg diajarkan bisa dipahami.”
Drs. KH. Muslikh Khudlori, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, berharap, “mudah-mudahan kerjasama ini bisa dibangun dengan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan kesehatan termasuk pemanfaatan fasilitas yang ada di RSKAS. Langkah ini adalah tindakan konkret untuk Memperjuangkan NU. Saya sangat mengapresiasi dan gembira dangan adanya kegiatan ini. Beban membantu meraih dan mewujudkan kesehatan warga bukan dimonopoli oleh dokter. Driver juga mempunyai peran vital. Oleh karena itu mereka harus memiliki skill tersendiri. Seorang driver harus memenuhi prasyarat formal sekaligus spiritual juga.” ujarnya.
Kontributor: Ihza Maulina
Views: 85







