
Karanganyar, nukotasantri.or.id – Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH. Fahmi Amrullah Hadziq, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya peran pengurus NU di tingkat bawah, khususnya Ketua Ranting. Menurutnya, di tengah arus zaman yang serba instan dan pragmatis, masih adanya orang yang mau berkhidmah sebagai Ketua Ranting merupakan sesuatu yang luar biasa.
Hal tersebut disampaikan Gus Fahmi dalam acara Pelantikan Pengurus Pergantian Antar Waktu (PAW) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karanganyar dan Musyawarah Kerja II, Ahad (12/10/2025). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN 2025 itu digelar di halaman rumah almarhum KH. Ahmad Basyuni, tokoh NU Karanganyar yang juga diperingati khaul ke-1000 harinya pada kesempatan tersebut.
“Kalau sekelas PBNU, PWNU, atau PCNU mungkin banyak yang bersedia, tapi kalau Ketua Ranting ini luar biasa. Orang yang mau menjadi Ketua Ranting NU itu hebat, karena tidak ada imbalan apa pun selain pahala khidmah.” tutur Gus Fahmi di hadapan jamaah dan para pengurus MWCNU Karanganyar.
Menurutnya, NU tidak akan bisa besar hanya karena pengurus di tingkat atas, tetapi karena ketulusan dan kerja nyata para penggerak di tingkat ranting dan majelis wakil cabang. “NU berdiri kokoh karena orang-orang yang mau berjuang tanpa pamrih. Mereka inilah penjaga ruh keikhlasan yang menjadi ciri khas jam’iyyah ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Fahmi juga mengutip dawuh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama: “Sopo sing gelem ngurusi NU tak anggep santriku, lan sopo sing dadi santriku tak dongakaké khusnul khotimah sak dzuriyahé.” Pesan ini, kata beliau, menjadi pengingat bahwa khidmah di NU adalah jalan spiritual yang penuh keberkahan, bukan sekadar kegiatan organisasi.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Tikror Bukhori, turut memberikan arahan kepada pengurus MWC yang baru dilantik. Ia menegaskan pentingnya komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi. “Para pengurus harus siap bergerak dan siap digerakkan. Jangan hanya berhenti pada seremoni pelantikan, tapi lanjutkan dengan kerja nyata dan semangat kebersamaan,” pesannya.
Ketua MWCNU Karanganyar, Sutarno Aby Faiha, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan penyegaran organisasi di tengah semangat Hari Santri. “Kami ingin semangat perjuangan para kiai terdahulu, seperti almarhum KH. Ahmad Basyuni, terus hidup dalam diri pengurus yang baru. Beliau adalah teladan dalam keikhlasan berkhidmah di NU,” ujarnya.
Pelantikan PAW dan Musyawarah Kerja II MWCNU Karanganyar berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius. Doa bersama di akhir acara menjadi penutup yang menghangatkan hati, seolah meneguhkan pesan Gus Fahmi bahwa khidmah di NU bukan tentang posisi atau jabatan, tetapi tentang keikhlasan untuk terus melayani umat.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 224







