Beranda Warta LPBINU PCNU Kabupaten Pekalongan Dampingi Pelatihan Mitigasi Bencana Berbasis RT di Desa...

LPBINU PCNU Kabupaten Pekalongan Dampingi Pelatihan Mitigasi Bencana Berbasis RT di Desa Lolong

143
0

nukotasantri.or.id, Karanganyar — Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) PCNU Kabupaten Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketangguhan masyarakat desa. Pada kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana yang digelar di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, tim LPBINU hadir sebagai pendamping utama dalam proses penyusunan peta kerawanan bencana berbasis RT, Senin (21/11).

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan masyarakat, perangkat desa, serta kelompok ibu-ibu yang terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik langsung. Para peserta dibekali pemahaman dasar tentang jenis-jenis bencana, risiko di level lokal, hingga cara mengidentifikasi potensi ancaman di lingkungan terdekat mereka.

Dalam penyampaian materinya, fasilitator LPBINU menekankan bahwa mitigasi bukan sekadar teori, tetapi keterampilan penting untuk menyelamatkan diri dan orang lain. Melalui penyusunan peta kerawanan berbasis RT, warga diajak mengenali titik-titik rawan, jalur evakuasi, hingga menyusun langkah cepat tanggap bencana yang bisa dilakukan secara mandiri.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara masyarakat dan LPBINU mengenai pentingnya kesiapsiagaan kolektif. Dengan pendekatan partisipatif, warga berperan langsung dalam menggambar peta risiko, menganalisis kondisi wilayah, dan merumuskan strategi pengurangan risiko bencana yang sesuai karakter desa.

Kepala Desa Lolong menyampaikan apresiasi atas pendampingan LPBINU PCNU Kabupaten Pekalongan yang dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal pembentukan kampung tangguh bencana di Lolong.

LPBINU PCNU Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus mendorong edukasi kebencanaan di berbagai desa sebagai bagian dari khidmah menjaga keselamatan umat dan lingkungan. Melalui sinergi dengan pemerintah desa, komunitas, dan lembaga terkait, diharapkan terbentuk masyarakat yang lebih siap, sigap, dan tangguh menghadapi potensi bencana.

Penulis: Eko, Ketua LPBINU Kabupaten Pekalongan

Views: 21

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini