Beranda Opini Sejarah Budaya Kejawen di Pekalongan Tetap Lestari di Tengah Modernisasi

Sejarah Budaya Kejawen di Pekalongan Tetap Lestari di Tengah Modernisasi

148
1

Kajen, NU Kota Santri — Senin (8/6/2026), tradisi budaya Jawa hingga kini masih terus lestari di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan. Tradisi seperti sedekah bumi, nyadran, selametan, dan pagelaran wayang kulit tetap dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus upaya menjaga warisan budaya leluhur.

Keberadaan tradisi-tradisi tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjang budaya Jawa yang berkembang melalui proses akulturasi dengan budaya pesisir dan nilai-nilai Islam yang tumbuh di tengah masyarakat. Perpaduan tersebut melahirkan berbagai tradisi yang sarat dengan nilai gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.

Seorang pemerhati budaya di Pekalongan mengatakan bahwa tradisi-tradisi tersebut memiliki makna sosial yang kuat karena menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah. Menurutnya, generasi muda perlu terus dikenalkan dengan budaya lokal agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

“Pagelaran wayang kulit dan tradisi nyadran bukan sekadar hiburan atau ritual adat, tetapi juga menjadi media pendidikan budaya serta simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat menilai berbagai tradisi budaya yang masih dijalankan hingga saat ini mendapat dukungan luas dari masyarakat. Selain mampu memperkuat identitas daerah, kegiatan budaya tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan dan menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Berbagai kegiatan budaya yang digelar juga kerap dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan leluhur. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Melalui pelestarian budaya kejawen yang berpadu dengan nilai-nilai religius, masyarakat Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat terus menjaga kearifan lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi mendatang sehingga tetap lestari di era digital dan modernisasi.

Editor: Ihza

Views: 23

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini