Tirto, NU Kota Santri – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di dalamnya terdapat banyak peristiwa penting yang menjadi pelajaran bagi umat Islam, sekaligus melahirkan berbagai tradisi kebaikan yang terus dilestarikan hingga kini. Salah satunya adalah tradisi berbagi kebahagiaan dengan anak yatim pada tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura.
Di kalangan masyarakat Jawa, Hari Asyura bahkan dikenal sebagai bodone cah yatim atau “lebarannya anak yatim”. Momentum ini dimanfaatkan berbagai kalangan untuk menunjukkan kepedulian kepada anak-anak yatim melalui kegiatan santunan.
Semangat tersebut diwujudkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, bersama badan otonom (Banom) NU melalui kegiatan Santunan Muharram yang mengusung tema “Berbagi Senyum dan Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Karangjompo”. Kegiatan berlangsung pada malam Asyura, Kamis (25/6/2026), di Masjid Jami’ An-Nur Karangjompo.
Sebelum pelaksanaan santunan, panitia terlebih dahulu menggelar gerakan donasi bertajuk “Tahun Baru Bergerak Membantu”. Penggalangan dana dilakukan dengan membagikan amplop kosong kepada masyarakat melalui masjid dan musala se-Desa Karangjompo menjelang Tahun Baru Hijriah. Amplop tersebut kemudian dikumpulkan kembali saat pelaksanaan doa awal tahun pada Senin (15/6/2026).
Selain itu, panitia juga menghimpun donasi melalui media daring, seperti grup WhatsApp, serta mendatangi para donatur secara langsung hingga sehari sebelum pelaksanaan santunan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dihadiahkan kepada orang tua para calon penerima santunan. Meskipun dikemas secara sederhana, acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Karangjompo, jajaran PRNU, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Karangjompo, Sumari, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan para donatur yang telah membantu hingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kegiatan yang sangat mulia ini dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Karangjompo yang juga Ketua Panitia, Fahroden, menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat 47 anak penerima santunan dengan kategori yang berbeda sehingga nominal bantuan yang diterima juga disesuaikan.
“Tahun ini kami menetapkan tujuh kategori penerima santunan, yaitu yatim piatu, yatim, piatu, yatim sambung, piatu sambung, serta kategori khusus, misalnya anak yang ditinggalkan salah satu orang tuanya dan orang tua penggantinya juga telah meninggal dunia. Semua mendapatkan santunan, meskipun nominalnya berbeda sesuai kategori,” jelasnya.
Pria yang Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan tersebut juga berharap santunan yang diberikan tidak hanya menjadi bantuan materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak penerima manfaat.
“Semoga adik-adik yang menerima santunan pada malam ini kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berilmu, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Memasuki acara inti, satu per satu nama anak penerima santunan dipanggil untuk menerima bantuan yang diserahkan oleh panitia bersama tokoh masyarakat. Prosesi tersebut disertai dengan usapan kepala sebagai simbol kasih sayang dan kepedulian kepada anak-anak yatim.
Melalui kegiatan ini, PRNU Karangjompo bersama seluruh elemen masyarakat berharap semangat berbagi dan mencintai anak yatim tidak hanya hadir pada momentum Muharram semata, tetapi menjadi budaya sosial yang terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, kepedulian kepada anak yatim merupakan tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik.
Kontributor: Yusuf Bahtiar
Editor: Khairul Anwar
Views: 10








