Sragi, NU Kota Santri – Pondok Pesantren Soko Tunggal Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, menggelar peringatan Malam Muharram yang dirangkai dengan Haul Mbah Kyai Syukri pada Kamis malam (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut dihadiri para santri, jamaah, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Di bawah pengasuhan K.H. Mustafa Syukri, acara diawali dengan pembacaan wasilah yang dihadiahkan kepada para masyayikh, leluhur, dan para pendiri pesantren. Pembacaan wasilah dipimpin langsung oleh K.H. Mustafa Syukri, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Zaenal.
Suasana religius semakin terasa ketika ratusan jamaah mengikuti rangkaian doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Kyai Syukri sekaligus memohon keberkahan di awal Tahun Baru Hijriah.
Memasuki sesi inti, mauidzah hasanah disampaikan oleh Ustadz Alif Fatihin dari Pemalang. Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat Islam untuk tetap mencintai dan melestarikan budaya bangsa di tengah derasnya arus globalisasi yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.
“Kita boleh mengenal dan mempelajari budaya Barat, tetapi jangan sampai melupakan budaya sendiri. Budaya yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa,” pesannya di hadapan jamaah.
Menurutnya, tradisi-tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama dan leluhur merupakan kekayaan budaya yang sarat dengan nilai-nilai Islam, sehingga perlu terus dilestarikan oleh generasi muda.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan penampilan Gending Sholawat Soko Tunggal Kalijambe. Lantunan sholawat yang dipadukan dengan irama musik tradisional menghadirkan nuansa religius sekaligus memperlihatkan harmonisasi antara dakwah Islam dan kearifan budaya lokal.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para jamaah karena mampu menambah kekhusyukan acara sekaligus mempererat rasa kebersamaan di antara masyarakat yang hadir.
Peringatan Malam Muharram dan Haul Mbah Kyai Syukri ini tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa dan keteladanan para ulama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi keislaman yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Soko Tunggal Kalijambe berharap semangat dakwah para masyayikh terus hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kontributor: Adiyono Susanto
Editor: Khairul Anwar
Views: 5








