Beranda Warta Hari Terakhir Matamuda, MIS Karangjompo Tirto Bekali Murid dengan Edukasi Anti-Bullying

Hari Terakhir Matamuda, MIS Karangjompo Tirto Bekali Murid dengan Edukasi Anti-Bullying

28
0

Tirto, NU Kota Santri – MI Salafiyah Karangjompo Kecamatan Tirto menutup rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kegiatan sosialisasi penguatan karakter dan pencegahan bullying yang menghadirkan Babinsa wilayah Tirto, Wahudin, Sabtu (18/7/2026).

Matamuda merupakan program pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta didik baru yang pada tahun ini menggantikan istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sesuai arahan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Senin (13/7/2026) hingga Sabtu (18/7/2026).

Setiap pagi, seluruh warga madrasah memulai aktivitas dengan doa bersama dan pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin secara bergiliran oleh para murid. Tradisi tersebut menjadi bagian dari pembiasaan karakter religius sebelum memasuki rangkaian kegiatan Matamuda.

Pada hari terakhir, seluruh murid dari kelas I hingga kelas VI mengikuti sosialisasi bertema Penguatan Karakter Anti-Bullying. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

Kepala MI Salafiyah Karangjompo, Zaenuri, S.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan karakter, khususnya pencegahan bullying, menjadi kebutuhan penting di tengah maraknya berbagai kasus perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

“Jadilah generasi Islami penerus bangsa yang memiliki akhlak mulia, menjadi suri teladan yang baik, sehingga mampu memberikan manfaat dan kebaikan bagi banyak orang,” pesannya kepada seluruh peserta sebelum membuka sesi sosialisasi.

Sebagai narasumber, Babinsa Tirto Wahudin menjelaskan pengertian bullying beserta berbagai bentuknya yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa tindakan perundungan bukan sekadar candaan, tetapi dapat berdampak serius terhadap korban, bahkan memiliki konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para murid tampak antusias mengikuti penjelasan dan aktif menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan narasumber. Salah satu murid, Raihan Aditya Firmansyah dari kelas VI, berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat sehingga mendapatkan apresiasi dari Babinsa.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Babinsa, dewan guru, dan seluruh murid. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah secara resmi menutup rangkaian Matamuda Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus mengingatkan seluruh peserta didik untuk mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dimulai pada hari berikutnya.

Melalui Matamuda, MI Salafiyah Karangjompo berharap para murid baru tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, saling menghargai, serta berkomitmen menciptakan budaya sekolah yang bebas dari bullying.

Pengirim: Yulia Ismawati
Editor: Anwar

Views: 5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini