Beranda Warta Semangat Menuntut Ilmu dan Ketawadhuan Mbah KH Abdul Hamid Jadi Inspirasi dalam...

Semangat Menuntut Ilmu dan Ketawadhuan Mbah KH Abdul Hamid Jadi Inspirasi dalam Haul ke-31

43
0

Kajen, NU Kota Santri – Pada Senin(13/07/2026) bertepatan dengan 28 Muharram 1448 H ba’da Isya, bertempat di Popes Nururroudhoh Ki Gede Kajoran Desa Kajongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan diadakan Pengajian Umum Haul Mbah Kyai Abdul Hamid Bin Thorifan.

Pengajian tersebut dihadiri ratusan orang dan dilaksanakan dengan penuh hikmat. Haul dalam konteks sosial keagamaan merupakan peringatan wafat/kematian seseorang, biasanya tokoh agama yang diadakan setahun sekali bertepatan dengan tanggal wafatnya. Tujuannya adalah untuk mendoakan ahli kubur, meniti jejak keteladanan semasa hidup dan mempererat silaturahim.

Kegiatan haul didahului rangkaian acara Pembacaan Kitab Dalail Khoirat, Maulid, Surat Yasin dan Tahlil pada pagi hingga siang hari, pada pengujung acara diadakan pengajian umum. Dalam sambutan mewakili shohibul hajat, K.H. Zaenal Arifin menyampaikan kisah singkat perjuangan beliau Mbah Kyai Abdul Hamid Bin Thorifan. Salah satu hal yang istimewa dari perjuangan dan semangat mbah Kyai Abdul Hamid Bin Thorifan adalah semangat mencari ilmu yang tidak kenal lelah.

Dikisahkan bahwa beliau harus menempuh perjalanan ke Cirebon dengan jalan kaki dan minim bekal. Karena kegigihan, sikap tawadhu Beliau memperoleh nur ilmu sehingga bisa menjadi magnet kebaikan dan menarik hadirin untuk hadir dalam majelis ilmu. Hal ini seperti yang pernah dilakukan sahabat Jabir Ra, beliau rela menempuh perjalanan dari Madinah ke Baitul Maqdis selama setengah bulan demi mendapatkan satu hadis. Keistimewaan orang soleh itu bahkan sudah meninggalpun masih bisa menafkahi orang yang hidup. Seperti Almaghfurlahu Habib Ahmad bin Abdullah Al-athos Sapuro yang maqamnya dikunjungi dari berbagai daerah sehingga bisa menghidupi pedagang dan orang sekitar. “Semoga dengan keberkahan kita berkumpul dengan orang soleh, kelak kita akan dikumpulkan di surga, Aamiin” ujar beliau. Tidak lupa beliau mengucapkan terima ksih kepada semua pihak yang membantu kegiatan pengajian dan mohon maat atas kekurangan.

Dalam tausiyah pertama beliau Alhabib Sholeh Al-kaff dari pekalongan menyampaikan bahwa sebesar apapun kenikmatan di dunia tidak akan abadi kecuali didasari keimanan. Seperti Qorun yang terkenal kaya raya, tetapi kekayakaannya tidak ada manfaat sedikitpun baginya. Juga siapa yang lebih berkuasa di dunia dari Fir’aun, tapi kekuasaannya tidak berguna baginya. Maka sebagai orang mukmin harus membuktikan keimanannya, jangan hanya berkata saya beriman.

“Agar mendapat keberkahan jangan jauh-jauh dari ulama, jangan jauh dari orang sholeh. Supaya kita mendapat keberkahan di dunia dan akhirat. Dengan berkah kita berkumpul dengan orang soleh, mudah-mudahan Allah Swt. jadikan anak keturunan kita menjadi sholih”, ungkap beliau.

Sebagai mukmin jangan sampai orang lain tersakiti oleh perkataan apalagi perbuatan kita. Karena dosa kita terhadap muslim tidak akan diampuni sebelum haqqul adami diselesaikan. Mukmin yang baik adalah mukmin yang orang lain selamat dari ucapan dan perbuatannya. Jangan lupa untuk senantiasa mendoakan kedua orang tua terutama sesudah dengar azan. Tugas seorang mukmin adalah berusaha, jadi tidak usah dibuat pusing. Yang penting usaha baru pasrah tawakkal kepada Allah Swt. Kita sudah diajarkan ketika keluar rumah berdoa Bismillahi tawakkkaltu ‘ala Allohi, laa haula walaa quwwata illa billahi.

Ciri mukmin yang beruntung sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-mukmin adalah yang khusuk dalam salat, menjauhi perbuatan tak berguna, tunaikan zakat, menjaga kemaluan,memelihara amanah dan janji serta mendirikan salat. Sebetulnya mukmin dan musyrik sama-sama disediakan surga dan neraka di akhirat. Bedanya orang mukmin itu sorganya dibangun, nerakanya dihancurkan berbeda dengan musyrik. Seperti yang dibangun oleh Mbah Kyai Abdul Hamid dan kebaikannya diteruskan dzuriyahnya.

K.H. Hudalloh dari Brebes dalam tausiyah kedua menjelaskan bahwa semua manusia pasti akan mati, yang akan tetap hidup adalah atsar(tinggalan) kebaikan atau kejelekan. “Maka kita diperintahkan jadilah kita di tengah-tengah manusia seperti hujan yang dinantikan orang kanyak yang memberi manfaat. Atau jadilah minyak kasturi yang membuat tenang damai orang sekitar. Setiap orang akan dikenang kebaikannya seperti beliau mbah Kyai Abdul Hamid. Untuk bisa menjadi dikenang kebaikannya kita harus mengikuti dawuh Kanjeng Nabi Muhammad Saw, khairunnaasi ‘anfauhum linnaasi”.

Manusia menjadi apapun harus ridha kepada Alloh Swt. Karena tujuan diciptakan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah Swt. Dan semua jenis ibadah itu hakikatnya untuk kebaikan manusia. Semua perintah Allah Swt. jika dilaksanakn akan menjauhkan manusia dari kejelekan. Seperti salat yang bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Puasa dan haji jika dilakukan sesuai dengan ketentuan pasti akan menjauhkan manusia dari perbuatan jelek. Kalau kita ingin menjadi orang baik dimata Allah Swt. maka jangan sampai ibadah kita tidak bermanfaat. Apalagi sesama muslim adalah saudara yang saling menguatkan.

Acara pengajian Haul Mbah Kyai Abdul Hamid Bin Thorifan kemudian ditutup dengan do’a oleh K.H. Hudalloh.

Pewarta Bati A. Dalari
Editor: Anwar

Views: 21

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini