Beranda Warta Berkat Kepedulian Bersama, Darel Kembali Melanjutkan Pendidikan di SMPN 1 Kesesi

Berkat Kepedulian Bersama, Darel Kembali Melanjutkan Pendidikan di SMPN 1 Kesesi

51
0

Kesesi, NU Kota Santri — Harapan untuk kembali bersekolah akhirnya terwujud bagi Muhammad Darel, jamaah Mushola Al Hadi Desa Kesesi sekaligus alumni MI NU Kesesi yang sebelumnya sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Berkat pendampingan dan kepedulian berbagai pihak, Darel kini kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama.

Darel resmi mulai mengikuti kegiatan belajar di SMPN 1 Kesesi pada Senin, 24 Agustus 2026. Sebelumnya, proses pendaftaran dilakukan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, disusul penyerahan bantuan berupa seragam sekolah dan alat tulis pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Pendampingan Darel dilakukan oleh UPZIS NU-CARE LAZISNU MWC Kesesi bersama Pengurus Mushola Al Hadi Kesesi dan sejumlah pihak lainnya. Bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu proses pendaftaran, tetapi juga memastikan Darel memiliki perlengkapan yang dibutuhkan untuk kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Koordinator Mushola Al Hadi yang terlibat dalam proses pendampingan menyampaikan bahwa keputusan memilih SMPN 1 Kesesi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan akses pendidikan Darel.

“Kami memilih SMPN 1 Kesesi karena jaraknya dekat dari rumah Darel. Ia bisa berangkat dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda, sehingga tidak membutuhkan biaya transportasi. Selain itu, sekolah ini tidak membebankan SPP bulanan, sehingga kami berharap ke depan tidak muncul persoalan tunggakan biaya sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan pendidikan Darel menjadi perhatian bersama karena pendidikan merupakan hak setiap anak. Karena itu, proses pendampingan dilakukan secara bersama-sama agar Darel tidak kembali mengalami putus sekolah.

Dukungan terhadap Darel juga datang dari berbagai pihak, antara lain Pengurus Mushola Al Hadi Kesesi, UPZIS NU-CARE LAZISNU Ranting Kesesi melalui Koordinator Mushola Al Hadi, Kepala MI NU Kesesi beserta para guru, para donatur, Pengurus Ranting NU Kesesi 1, serta Kepala SMPN 1 Kesesi beserta para guru.

Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk pendampingan administrasi, bantuan pembiayaan pendaftaran, penyediaan seragam dan alat tulis, hingga memastikan Darel dapat memulai kembali aktivitas pendidikannya.

“Yang terpenting sekarang Darel bisa kembali sekolah dan belajar dengan baik. Semoga semua pihak terus memberikan dukungan agar ia bisa menyelesaikan pendidikannya dan meraih cita-citanya,” lanjutnya.

Kepala MI NU Kesesi bersama para guru juga turut memberikan dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan Darel setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah tersebut. Sementara itu, pihak SMPN 1 Kesesi menerima dan memberikan kesempatan kepada Darel untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

Bagi keluarga Darel, kesempatan untuk kembali bersekolah menjadi harapan baru. Dengan dukungan berbagai pihak, Darel diharapkan dapat mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan tidak lagi terkendala persoalan biaya pendidikan.

Kisah Darel sekaligus menunjukkan bahwa persoalan pendidikan anak tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak. Kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi sosial-keagamaan, pengurus lingkungan, donatur, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi tetap mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan.

UPZIS NU-CARE LAZISNU MWC Kesesi berharap kepedulian semacam ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Setiap bantuan, sekecil apa pun, dapat menjadi jalan bagi seorang anak untuk kembali meraih masa depan.

“Semoga Darel bisa belajar dengan semangat, meraih cita-cita, membanggakan orang tua dan keluarganya. Mudah-mudahan seluruh pihak yang telah membantu mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT dan menjadi amal jariyah,” ujarnya.

Kembalinya Darel ke bangku sekolah menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan. Ketika kepedulian bergerak bersama, keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk bersekolah.

Pengirim: Yaya
Editor: Anwar

Views: 17

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini