
PEKALONGAN, nukotasantri.or.id – Sebanyak 3.775 peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan mengikuti kegiatan Peragaan Manasik Haji Tahun 2026 di Kompleks Masjid Islamic Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Ahad (20/9/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-97 LP Ma’arif NU tersebut menjadi sarana pembelajaran praktik ibadah haji sekaligus upaya menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, dan karakter Islami sejak usia dini.
Dengan mengenakan pakaian ihram berwarna putih, ribuan peserta mengikuti setiap tahapan manasik haji dengan penuh antusias. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut mengusung tema “Menanamkan Nilai-Nilai Ibadah Haji sejak Dini untuk Generasi Muslim yang Beriman dan Bertakwa.”
Hadir dalam kegiatan pembukaan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, H. Moch. Irkham, S.Ag., M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. H. Daenuri, M.Pd.I, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah (Pokjawas) Kankemenag Kabupaten Pekalongan H. Subiyanto, M.Pd.I beserta jajaran pengawas MI, Ketua LP Ma’arif NU Bidang MI Riza Ismail, S.Pd. beserta jajaran, serta seluruh kepala Madrasah Ibtidaiyah di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Peragaan Manasik Haji, Saikhul Bahri, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk pembelajaran langsung bagi peserta didik agar memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran dan pengalaman praktik bagi peserta didik untuk mengenal tata cara pelaksanaan ibadah haji sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sejak dini,” ujarnya.
Saikhul Bahri menjelaskan, kegiatan tahun ini diikuti oleh 3.775 peserta yang berasal dari berbagai madrasah di bawah LP Ma’arif NU Cabang Kabupaten Pekalongan. Seluruh rangkaian kegiatan didukung melalui berbagai sumber pendanaan, mulai dari iuran peserta atau satuan pendidikan, bantuan pihak lain yang tidak mengikat, sponsor maupun donatur, serta dukungan LP Ma’arif NU Cabang Kabupaten Pekalongan Bidang MI dan sumber lain yang sah.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan,” kata Saikhul Bahri.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan sungguh-sungguh sehingga pengalaman manasik haji tersebut memberikan manfaat serta menjadi pembelajaran berharga bagi perkembangan karakter peserta didik.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, H. Moch. Irkham, S.Ag., M.Pd.I dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan bahwa kegiatan peragaan manasik haji memiliki nilai penting dalam membangun karakter peserta didik.
Menurutnya, terdapat tiga nilai utama yang dapat dipetik dari pelaksanaan manasik haji. Pertama, nilai kebersamaan. Ia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan ibadah haji seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram berwarna putih yang menunjukkan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.
“Ketika manasik semua memakai serba putih, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini mengajarkan bahwa kita harus menjadi pribadi yang penuh kebersamaan, tidak membedakan antara satu dengan yang lain karena semua makhluk Allah memiliki kedudukan yang sama,” ungkapnya.
Nilai kedua, lanjut H. Moch. Irkham, adalah kesadaran bahwa ibadah haji merupakan rahasia dan kehendak Allah SWT. Setiap manusia memiliki kewajiban untuk berusaha, namun keputusan akhir tetap berada dalam ketentuan Allah.
“Ibadah haji adalah rahasia ilahi. Semua manusia berikhtiar, tetapi Allah yang menentukan siapa yang mendapatkan kesempatan untuk berangkat haji dan umrah. Setiap usaha harus dikembalikan kepada Allah sehingga kita mampu menerima segala ketetapan-Nya,” tuturnya.
Adapun nilai ketiga adalah membangun kebaikan diri dan akhlak mulia. Ia berharap pendidikan tentang manasik haji tidak berhenti pada praktik ritual, tetapi mampu membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki karakter baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang yang sudah berhaji harus berubah kepribadiannya dan mampu menjaga karakter di tengah masyarakat. Nilai yang ingin ditanamkan adalah akhlakul karimah sejak dini,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Moch. Irkham juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan. Ia berharap seluruh kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi keluarga besar LP Ma’arif NU, baik bagi guru maupun peserta didik.
“Selamat Harlah ke-97 LP Ma’arif NU. Semoga seluruh rangkaian kegiatan memberikan manfaat dan keberkahan, khususnya bagi warga Ma’arif. Terima kasih atas sinergi dan kerja sama dengan Kementerian Agama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Peragaan Manasik Haji Tahun 2026 ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan berharap peserta didik tidak hanya memahami tata cara ibadah haji secara praktik, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Nilai kebersamaan, kepasrahan kepada Allah, serta pembentukan akhlakul karimah menjadi bekal penting dalam membentuk generasi muslim yang beriman, bertakwa, dan berkarakter.
Pewarta: Syaikhul Alim

Views: 59







