
Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan penting. Salah satu agenda utama adalah Kongres Pendidikan dan Kongres Keluarga Maslahat NU yang bertujuan membahas isu strategis pendidikan dan penguatan institusi keluarga.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa kedua kongres ini dirancang untuk mengatasi dua isu besar yang menjadi perhatian NU, yaitu kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kongres ini akan fokus pada dua pilar utama yang menjadi tanggung jawab Nahdlatul Ulama, yakni pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui penguatan keluarga,” ujar Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Kongres Pendidikan NU: Sinergi dan Inovasi
Kongres Pendidikan NU akan menjadi ajang strategis bagi para pemangku kepentingan di sektor pendidikan yang berafiliasi dengan NU. Para peserta akan berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Menurut data PBNU, NU mengelola lebih dari 40.000 lembaga pendidikan, termasuk 13.000 Raudhatul Athfal (RA), 26.000 pesantren, 10.000 madrasah dan sekolah, serta 300 perguruan tinggi. Dengan jumlah sebesar itu, dibutuhkan evaluasi dan sinergi untuk memastikan terciptanya generasi penerus yang unggul dan kompeten.
Kongres Keluarga Maslahat NU: Memperkuat Pondasi Masyarakat
Sementara itu, Kongres Keluarga Maslahat NU akan berfokus pada penguatan institusi keluarga sebagai elemen fundamental dalam membangun masyarakat. Melalui kongres ini, PBNU berharap dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis untuk memperkuat peran keluarga dalam menciptakan kehidupan sosial yang maslahat.
“NU telah menginisiasi Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) yang kini telah menjangkau sekitar dua juta keluarga di berbagai wilayah Indonesia. Kongres ini menjadi wadah untuk evaluasi dan pengembangan gerakan tersebut,” tambah Gus Yahya.
PBNU juga berencana menggelar Festival Keluarga Indonesia sebagai bagian dari upaya menyemarakkan kongres ini.
Rangkaian Kegiatan Harlah ke-102 NU
Perayaan Harlah ke-102 NU akan dimulai dengan kick-off pada 16 Januari 2025, bertepatan dengan 16 Rajab 1446 Hijriah. Kongres Pendidikan NU dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Januari 2025, sementara Kongres Keluarga Maslahat NU akan digelar pada 25-26 Januari 2025.
Selain itu, rangkaian kegiatan Harlah ini juga mencakup Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes) PBNU, dan berbagai acara lainnya. Puncak peringatan Harlah akan dilaksanakan pada 5 Februari 2025 di Istora Senayan, Jakarta.
Dengan tema besar yang mencerminkan dedikasi NU terhadap pendidikan dan masyarakat, rangkaian Harlah ke-102 diharapkan mampu membawa manfaat besar bagi umat dan bangsa. “Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Gus Yahya.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 188







