Beranda Warta Proses Pemberangkatan Jamaah Haji Dimulai, KBIHU An Nahdliyah berkomitmen memberikan pendampingan...

Proses Pemberangkatan Jamaah Haji Dimulai, KBIHU An Nahdliyah berkomitmen memberikan pendampingan optimal kepada seluruh jamaah

378
0
Proses Pemberangkatan Jamaah Haji KBIHU An Nahdliyah Dimulai dan tergabung dalam Kloter 21, 22 dan 23 Embarkasi Solo (Dok. LTNNU)

Boyolali, nukotasantri.or.id – Pemberangkatan calon jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An Nahdliyah untuk musim haji tahun 1446 H/2025 M telah resmi dimulai. Dua kelompok terbang (kloter) pertama, yaitu Kloter 21 dan Kloter 22, menjadi awal dari rangkaian keberangkatan yang diwarnai sejumlah dinamika.

Ketua KBIHU An Nahdliyah, H. Mansur Ahmad, menjelaskan bahwa Kloter 21 awalnya dijadwalkan memberangkatkan sebanyak 111 orang jamaah. Namun, hanya 109 orang yang benar-benar berangkat menuju Tanah Suci. Dua jamaah asal Kecamatan Kajen, yakni Suhadi dan Turiyah, tidak dapat mengikuti perjalanan. Suhadi harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Moewardi, Solo, untuk mendapatkan perawatan medis, sementara sang istri, Turiyah, memilih untuk tetap mendampingi suaminya di rumah sakit.

Sementara itu, Kloter 22 yang memiliki daftar pramanifest berjumlah 219 orang, juga mengalami perubahan formasi. Empat orang calon jamaah dinyatakan gagal berangkat karena alasan kesehatan. Dua di antaranya, Musripah dari Kecamatan Wonopringgo dan Siti Murharyati dari Kecamatan Bojong, tidak diperbolehkan terbang. Musripah didiagnosis menderita demensia, sedangkan Siti Murharyati mengalami gangguan jantung yang memerlukan perawatan intensif.

Kondisi ini turut mempengaruhi keberangkatan anak dari Siti Murharyati yang rencananya berangkat melalui mekanisme pelimpahan dan penggabungan porsi. Akibat tertundanya keberangkatan ibunya, keberangkatan anak tersebut juga harus ditunda.

Untuk mengatasi kekosongan empat kursi yang ditinggalkan jamaah di Kloter 22, panitia memutuskan untuk memindahkan empat orang dari Kloter 23 ke kloter tersebut. Alhasil, Kloter 23 yang semula memiliki 20 jamaah dalam daftar pramanifest, hanya akan memberangkatkan 16 orang.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan teknis, Mansur menegaskan bahwa proses pemberangkatan jamaah haji KBIHU An Nahdliyah tetap berjalan dengan tertib dan sesuai jadwal. Ia juga menyampaikan harapannya agar seluruh jamaah yang telah berangkat dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk, lancar, dan meraih predikat haji yang mabrur.

Selain itu, KBIHU An Nahdliyah terus berkomitmen memberikan pendampingan optimal kepada seluruh jamaah, baik yang sudah berangkat maupun yang masih menunggu giliran.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 85

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini