Beranda Pendidikan Khataman Kitab Imriti menjadi Moment Khusus dalam Pelepasan Kelas IX MTs Salafiyah...

Khataman Kitab Imriti menjadi Moment Khusus dalam Pelepasan Kelas IX MTs Salafiyah NU Karanganyar

294
0

Tirto, nukotasantri.or.id – Meski pagi itu lapangan madrasah masih menyisakan genangan air akibat hujan semalam, semangat para siswa kelas IX MTs Salafiyah NU Karanganyar tak surut sedikit pun dalam mengikuti acara pelepasan mereka, Sabtu (18/5). Dengan mengenakan pakaian seragam putih dan celana hitam, lengkap dengan dasi yang terkalung rapi di leher, mereka tampak siap menyambut hari bersejarah tersebut.

Acara pelepasan kelas IX tahun pelajaran 2024/2025 ini berlangsung dengan penuh hikmat. Dihadiri oleh orang tua wali murid, suasana menjadi kian hangat dengan kehadiran buket bunga dan hadiah dari orang tua sebagai bentuk cinta dan penghargaan atas perjuangan anak-anak mereka.

Kegiatan dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat yang dibawakan oleh Al Jauhar dari kelas 8F. Suasana religius ini mengawali rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Selanjutnya, sambutan perpisahan dari Alissa Yulia Rahma sebagai perwakilan adik kelas turut menghangatkan suasana. “Kakak-kakakku, semoga apa yang telah kita lalui bersama menjadi kenangan indah untuk dikenang. Saya berpesan agar kakak sekalian selalu menceritakan hal baik tentang madrasah kepada teman-teman kakak,” tuturnya dengan tulus.

Sebagai perwakilan siswa kelas IX, Ahmad Wijaya menyampaikan pesan perpisahan dan permohonan maaf mewakili teman-temannya kepada seluruh guru. Dengan mengenakan jas hitam, ia memohon doa agar dirinya dan teman-temannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta memperoleh ilmu yang bermanfaat.

Yang istimewa, tahun ini untuk pertama kalinya pelepasan kelas IX dirangkaikan dengan prosesi Wisuda Takhasus. tercatat 44 murid telah mengkhatamkan nadhom Imrithi. Selain itu, wisudawan imrithi ini juga mengikuti munaqosah atau ujian terbuka , diwakili oleh 4 siswa dan dipandu oleh Ustaz Syakirun Niam. Meski sempat grogi, para peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik dan meraih predikat jayyid jiddan (sangat baik). Wajah-wajah tegang dari para orang tua yang menyaksikan langsung dari bawah panggung menambah nuansa haru dalam momen tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Khoeron, menyampaikan pesan agar para siswa tidak melakukan konvoi atau tindakan berbahaya setelah pengumuman kelulusan. Dengan nada hangat dan penuh cinta, beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala tindakan disiplin yang dilakukan selama mendidik para siswa.

“Bapak-Ibu sekalian, mohon maaf apabila selama di sekolah, putra-putri panjenengan pernah kami jewer atau kami bawa sabet saat hendak salat. Semua itu semata-mata karena rasa sayang kami. Ekspresi marah kami hanya sesaat, namun kasih sayang kami untuk mereka sepanjang hayat,” ujar Khoeron.

Sambutan tersebut diterima dengan baik oleh perwakilan wali murid, Muhammad Jundi. Dalam sambutanya, beliau menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dalam mendidik anak-anak, meski di tengah tantangan kesejahteraan.

“Anak-anak kami telah dididik dengan penuh cinta, meskipun kami tahu kesejahteraan guru belum sebanding dengan perjuangan mereka,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi “Sang Guru” yang dipersembahkan khusus untuk para pendidik, serta kompilasi lagu dolan yang meliputi lagu Kidang Talun, Menthok-Menthok, dan Jaranan. Lagu-lagu ini sarat pesan moral untuk menjadi pribadi yang sabar, rendah hati, rajin, dan berani berjuang dalam menghadapi masa depan.

Pelepasan ini bukan hanya perpisahan, tapi juga bentuk perayaan atas proses panjang pendidikan dan tumbuhnya generasi yang siap melangkah ke tahap selanjutnya dengan bekal iman, ilmu, dan akhlak.

Kontributor: H.M. Fathurrokhim

Editor: Syaikhul Alim

Views: 27

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini