Beranda Warta Dorong Pelayanan Sosial, PCNU Pekalongan Tekankan Pentingnya Mobil Ambulans di Tiap MWCNU

Dorong Pelayanan Sosial, PCNU Pekalongan Tekankan Pentingnya Mobil Ambulans di Tiap MWCNU

465
0
Kegiatan Ngaji Kitab Attibyan Karya Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari Putaran ke-7 digelar PCNU Kabupaten Pekalongan di SMK NU Kesesi pada Ahad (8/6/2025) (Dok. LTNNU)

Kesesi, nukotasantri.or.id – Putaran ketujuh kegiatan Ngaji Kitab Attibyan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan kembali digelar, Ahad (8/6/2025), bertempat di SMK NU Kesesi, Jalan Raya Kaibahan – Kajen, Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan rutin bulanan ini menjadi salah satu ikhtiar PCNU untuk memperkuat pemahaman keislaman berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah serta mempererat sinergi antarpengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Pekalongan.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., menekankan bahwa peran NU tidak hanya sebatas dalam bidang keagamaan semata, melainkan juga harus hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat melalui penguatan peran sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, MWCNU harus mulai berani bergerak lebih aktif dalam menyentuh problem riil masyarakat seperti isu kesehatan dan kesejahteraan sosial.

“MWCNU harus hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama menggarap masalah kesehatan dan sosial. Misalnya dengan menyediakan layanan mobil ambulans atau mobil siaga. Ini merupakan salah satu contoh NU hadir secara nyata,” tegas Kiai Muslikh.

Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap optimalisasi Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) LAZISNU yang telah terbentuk di hampir seluruh MWCNU. Kiai Muslikh berharap keberadaan UPZISNU tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen pelayanan sosial yang aktif dan berdaya guna.

“Monggo UPZISNU difungsikan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Seperti kemarin saya melihat LAZISNU bergerak dengan mendistribusikan daging kurban ke daerah-daerah yang masih minim mudhohhi. Ini bentuk nyata bagaimana NU membagi kebahagiaan Idul Adha secara merata,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kiai Muslikh menegaskan bahwa program keagamaan dan penguatan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang rahmatan lil ‘alamin tetap harus menjadi arus utama, namun tidak boleh melupakan aspek pemberdayaan dan kesejahteraan sosial. Hal ini, menurutnya, merupakan bagian dari dakwah bil hal yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Program-program diniyyah penting, tapi jangan lupa pengurus NU juga harus konsen terhadap program sosial kemasyarakatan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MWCNU Kesesi, Drs. H. Yoyon Ustar Hidayat, M.Si., dalam laporannya menyampaikan komitmen pihaknya dalam menjaga marwah dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah di wilayah Kesesi. Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus ranting diimbau untuk lebih selektif dalam memilih mubalig yang akan diundang ke masyarakat.

“Kami terus menyerukan agar seluruh pengurus ranting berhati-hati dan selektif dalam menerima mubalig. Jangan sampai masyarakat menerima pemahaman yang menyimpang dari tradisi dan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah,” ungkapnya.

Sebagai bentuk antisipasi, lanjut H. Yoyon, pihaknya bersinergi dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pekalongan untuk menyediakan mubalig yang kompeten, baik dalam keilmuan maupun pemahaman ideologi ke-NU-an.

Kegiatan Ngaji Kitab Attibyan yang berlangsung sejak pagi tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari unsur MWCNU, Ranting NU, serta badan otonom dan lembaga di lingkungan NU Kabupaten Pekalongan. Selain memperkuat aspek keilmuan, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi antarstruktur NU dalam mewujudkan khidmah nyata kepada umat.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 49

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini