Beranda Warta NU Pekalongan Gelar Naharul Ijtima’, Khatam Kitab At-Tibyan dan Sambut Semarak HSN...

NU Pekalongan Gelar Naharul Ijtima’, Khatam Kitab At-Tibyan dan Sambut Semarak HSN 2025

201
0
PCNU Kabupaten Pekalongan kembali menggelar Nahrul Ijtima, Ngaji Bersama, Silaturrahim dan Istighotsah yang dilaksanakan pada Ahad (14/09/2025) di MIS Kembangan, Tlogopakis Petungkriyono.

Petungkriyono, nukotasantri.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan kembali menggelar kegiatan rutin Naharul Ijtima’ Silaturrahim dan Istighotsah. Acara ini berlangsung pada Ahad (14/9/2025) bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Kembangan, Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang diikuti jajaran pengurus PCNU dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Pekalongan tersebut merupakan agenda khataman ngaji Kitab At-Tibyan. Kegiatan ngaji ini sendiri telah menjadi agenda bulanan setiap awal bulan, yang digilir dari satu MWCNU ke MWCNU lain di seluruh Kabupaten Pekalongan.

Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Ahmad Muzaki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan kali ini memiliki makna khusus karena menjadi putaran ke-10 sekaligus menandai khatamnya Kitab At-Tibyan. “Kegiatan ngaji ini dulu dimulai dari MWCNU Kajen, dan alhamdulillah hari ini ditutup di MWCNU Petungkriyono. Setelah khatam, insya Allah akan kita lanjutkan dengan ngaji Muqaddimah Qanun Asasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori, memberikan pesan penting mengenai arti kekuatan dan persatuan bagi warga Nahdliyin. Menurutnya, NU tidak mungkin mampu berdiri kokoh tanpa adanya al-quwwah (kekuatan) yang lahir dari al-ittihad (persatuan). “NU perlu kekuatan yang luar biasa, dan itu hanya bisa diwujudkan jika kita bersatu. Bersatu padu dalam derap langkah, dalam hati, dan dalam pikiran demi perjuangan bersama,” tegasnya di hadapan hadirin.

KH. Muslikh juga menyinggung momentum Hari Santri Nasional (HSN) yang akan diperingati pada bulan Oktober mendatang. Ia mengingatkan bahwa santri sejatinya tidak bisa dilepaskan dari NU. “Yang asli santri itu ya NU. Presiden sudah menetapkan Hari Santri Nasional, ini tentu ada plus dan minusnya. Di satu sisi jasa dan karya santri mendapat apresiasi, tapi di sisi lain santri juga diakui sebagai milik bangsa, bukan semata milik NU,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong seluruh MWCNU di Kabupaten Pekalongan untuk turut menyemarakkan peringatan HSN 2025. Menurutnya, setiap MWCNU harus mampu memberi warna khas NU dalam setiap peringatan Hari Santri, dengan melaksanakan berbagai kegiatan sesuai kemampuan masing-masing. “HSN harus diwarnai NU di seluruh MWCNU. Semampunya, mari ramaikan dengan kegiatan yang memberi makna bagi umat,” pesannya.

Untuk menyambut Hari Santri Nasional tahun ini, PCNU Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan sejumlah agenda besar. Di antaranya, program penghijauan pesantren sebagai wujud komitmen menuju Green Pesantren, perhelatan Liga Santri Pekalongan, hingga apel akbar pada puncak peringatan. Tidak hanya itu, masyarakat juga akan disuguhi karnaval budaya yang melibatkan elemen santri dan warga NU dari berbagai daerah.

Rangkaian acara ini diharapkan tidak hanya memperkuat tradisi intelektual dan spiritual warga NU, tetapi juga meneguhkan peran santri sebagai garda depan perjuangan bangsa. Dengan semangat kebersamaan, NU Kabupaten Pekalongan optimistis HSN 2025 akan menjadi momentum persatuan sekaligus refleksi kontribusi santri untuk Indonesia.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 49

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini