
Paninggaran, nukotasantri.or.id – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh NU Care-LAZISNU MWCNU Paninggaran. Melalui program NU Sehat LAZISNU, lembaga ini mendampingi proses pengobatan Dwi Maftuha (12), warga Dukuh Karangnangka, Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, yang sejak lahir menderita Atresia Ani—kondisi medis langka di mana lubang anus tidak terbentuk sempurna.
Sejak bayi, Dwi telah menjalani beberapa kali operasi. Namun, pada usia sekitar lima tahun, dokter merekomendasikan tindakan operasi lanjutan. Sayangnya, keterbatasan ekonomi keluarga membuat proses tersebut tertunda hingga kini. Akibatnya, Dwi sering kesulitan buang air besar dan kadang mengalami kebocoran kotoran melalui saluran lain. Selain itu, rasa sakit kerap dirasakannya, membuat aktivitas sehari-hari menjadi terbatas.

Melihat kondisi tersebut, UPZIS LAZISNU MWCNU Paninggaran bergerak membantu. Melalui program NU Sehat LAZISNU, mereka memberikan pendampingan serta dukungan akomodasi selama proses pengobatan berlangsung. Sementara itu, biaya medis ditanggung melalui program BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, sejak kunjungan pertama kami ke rumah keluarga Dwi Maftuha pada Rabu, 4 Juni 2025, pendampingan terus kami lakukan. Hingga kini sudah lima kali mendampingi ke RSUD Kraton Pekalongan dan delapan kali ke RSI Sultan Agung Semarang,” ujar Ketua UPZIS LAZISNU MWCNU Paninggaran, Helmy Mubarok, kepada Nukotasantri.or.id.
Helmy menambahkan, pihaknya berharap ikhtiar ini menjadi jalan kesembuhan bagi Dwi sehingga ia dapat beraktivitas dan bersekolah seperti anak-anak lain seusianya. “Kami semua berdoa semoga Allah memberikan kesembuhan yang sempurna untuk adik Dwi. Kami juga berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial ini terus tumbuh di tengah masyarakat,” tuturnya.
Program NU Sehat LAZISNU sendiri merupakan bagian dari gerakan sosial NU Care-LAZISNU yang berfokus pada bidang kesehatan, dengan prinsip NUCARE, Berbagi, dan Peduli. Melalui jaringan KOIN NU di berbagai pelosok Paninggaran, dana sedekah dari masyarakat dikelola secara amanah untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh munfiq, donatur, serta masyarakat yang rutin bersedekah melalui KOIN NU. Sedekah panjenengan dari pelosok Paninggaran menjadi wasilah kebaikan yang sampai kepada saudara-saudara kita yang tengah berjuang melawan ujian kesehatan,” ujar Helmy.
Ia menegaskan bahwa sedekah bukan sekadar pemberian materi, tetapi juga bentuk nyata pelestarian nilai luhur agama dan budaya gotong royong yang diwariskan para ulama dan leluhur. “Gotong royong membantu sesama adalah ajaran mulia yang diajarkan para kiai dan leluhur kita. Dengan bersedekah melalui LAZISNU, kita turut menjaga semangat itu agar tetap hidup,” pungkasnya.
Kisah kepedulian terhadap Dwi Maftuha menjadi pengingat bahwa keberkahan tidak hanya hadir melalui doa, tetapi juga melalui tangan-tangan yang ringan memberi. NU Care-LAZISNU Paninggaran telah menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan dapat berpadu indah dalam aksi nyata membantu sesama.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 151







