
Kajen, nukotasantri.or.id — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kajen menggelar puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang dirangkai dengan pengajian umum dan peresmian Sekolah Dasar Unggulan Takhassus Nahdlatul Ulama (SDUT NU) Kajen, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan berlangsung khidmat di halaman SDUT NU Kajen, Jalan Ki Ageng Giring, Kambangan, Pekiringanalit, Kajen, Pekalongan.
Ketua MWCNU Kajen, Drs. KH. Busaeri, MH, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HSN tahun ini tidak hanya diisi acara seremonial, tetapi juga kegiatan edukatif dan sosial. “Dalam memperingati HSN 2025, kami menggelar berbagai lomba, seperti turnamen mini soccer antar-santri TPQ dan Madrasah Diniyah, lomba hadroh banjari, qiroatul kutub antar-santri pondok pesantren, serta lomba mewarnai antar-TK/RA se-Kecamatan Kajen,” ujarnya.
Selain itu, lanjut KH. Busaeri, MWCNU Kajen juga mengadakan istighotsah, doa bersama, tahlil massal, serta penanaman pohon keras di lokasi SDUT NU Kajen sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. “Sebagai puncaknya, hari ini kami selenggarakan pengajian umum bersama Prof. Dr. KH. Sam’ani Sya’roni, M.Ag. sekaligus peresmian SDUT NU Kajen,” tambahnya.
Menurut KH. Busaeri, SDUT NU Kajen berdiri di atas tanah wakaf seluas 1.902 meter persegi, yang berasal dari wakaf perorangan dan wakaf berjamaah warga Nahdliyin Kajen. “Nilai tanah sekitar enam ratus juta rupiah, sementara pembangunan tahap pertama tiga ruang belajar juga menghabiskan dana sekitar enam ratus juta. Kami memproyeksikan SDUT NU Kajen menjadi sekolah unggulan yang mampu mencetak generasi berfaham Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan SDUT NU Kajen melengkapi lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif NU Kajen yang telah membawahi SMP NU Kajen dan SMK Ma’arif NU Kajen. “Kami siap menerima amanah untuk mendidik putra-putri bapak ibu sekalian agar menjadi generasi unggul berakhlak mulia,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Kesra Kecamatan Kajen, Agung Sutarji, S.Kom, yang hadir mewakili Plt Camat Kajen, menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingat peran besar santri dan pesantren dalam sejarah bangsa. “Kami berharap peringatan ini menjadi penyemangat bagi para santri dan pesantren untuk terus berkiprah serta berkontribusi bagi negeri. Kami juga menyampaikan selamat atas peresmian SDUT NU Kajen, semoga menjadi tonggak kemajuan pendidikan di Kajen,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori, M.S.I, menyampaikan apresiasi kepada MWCNU Kajen atas inisiatif menggelar peringatan HSN yang bermakna dan berdampak nyata. “HSN adalah bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan santri. Saya yakin SDUT NU Kajen akan menjadi model sekolah unggulan yang membangkitkan semangat NU di Kajen,” katanya.
KH. Muslikh juga menekankan pentingnya membangun visi dan misi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. “Membangun gedung itu sulit, tapi lebih sulit lagi membangun visi pendidikan yang benar. Karena itu, MWCNU Kajen harus berusaha keras mewujudkannya dengan dukungan penuh warga NU,” pesannya.
Ia menambahkan, pendidikan memiliki tiga pilar utama, yakni transfer ilmu pengetahuan, penanaman nilai-nilai agama, dan pembentukan akhlak serta adab. “Ilmu agama tidak cukup diajarkan dengan retorika, tapi perlu keteladanan guru. Dan adab hanya bisa tumbuh lewat laboratorium kehidupan — di sinilah peran penting pondok pesantren,” ujarnya.
Acara puncak HSN 2025 ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar, jajaran Forkopimcam Kecamatan Kajen, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, serta ratusan warga Nahdliyin se-Kecamatan Kajen yang memadati lokasi acara.
Dengan peresmian SDUT NU Kajen, MWCNU Kajen menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan berbasis Aswaja di tingkat dasar, sebagai langkah nyata meneruskan perjuangan para santri untuk membangun generasi berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 87







