
Kedungwuni, nukotasantri.or.id — Dalam upaya meningkatkan kemampuan para penggerak zakat, infaq, dan shadaqah di era digital, NU Care–LazisNU PCNU Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Multimedia 2025 dengan tema “Pahlawan Digital”, Jumat (7/11/2025), di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Jalan Karangdowo Nomor 9 Kedungwuni, Pekalongan.
Kegiatan ini diikuti oleh para penggerak Unit Pengumpul Zakat, Infaq, dan Shadaqah NU (UpzisNU) dari seluruh MWCNU se-Kabupaten Pekalongan. Pelatihan ini menghadirkan Arizqi Syarif Hidayatullah, S.Sos, Humas ITSNU Pekalongan sekaligus Pengurus LTNNU Kabupaten Pekalongan, sebagai pemateri utama.
Ketua NU Care–LazisNU Kabupaten Pekalongan, H. Mujahidin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas para penggerak UpzisNU dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi di era digital.
“Pelatihan multimedia bagi para penggerak UpzisNU sangat penting. Mereka tidak hanya mengumpulkan zakat, infaq, dan shadaqah, tapi juga menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan dan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat,” ujar Mujahidin.

Menurutnya, kemampuan dalam bidang multimedia akan membantu para penggerak UpzisNU menyampaikan program dan kegiatan secara lebih menarik, efektif, dan menjangkau masyarakat yang lebih luas. “Keterampilan membuat konten yang menarik akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berzakat dan berinfaq. Ini juga bisa memperkuat kepercayaan publik terhadap program NU Care–LazisNU,” imbuhnya.
Sementara itu, Arizqi Syarif Hidayatullah selaku pemateri menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik langsung dalam membuat konten digital. “Kita ajarkan cara membuat foto dan video kegiatan sosial yang inspiratif, teknik menulis berita, serta strategi publikasi di media sosial agar pesan kebaikan bisa sampai ke lebih banyak orang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa di era digital, dakwah dan gerakan sosial tidak cukup hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga perlu diperkuat melalui media digital. “Para penggerak UpzisNU ini kita dorong agar menjadi ‘pahlawan digital’ yang mampu menyebarkan nilai-nilai kepedulian dan semangat berbagi melalui karya-karya multimedia,” tambah Arizqi.
Kegiatan pelatihan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama dalam hal teknik pengambilan gambar, pengelolaan media sosial, dan penyusunan narasi visual yang menarik untuk mendukung kegiatan UpzisNU di masing-masing wilayah.
Melalui kegiatan ini, NU Care–LazisNU Kabupaten Pekalongan berharap para penggerak UpzisNU semakin terampil dan kreatif dalam mengelola informasi publik, sehingga semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi misi NU dapat tersebar lebih luas di tengah masyarakat.
“Kita ingin para penggerak UpzisNU tidak hanya hebat di lapangan, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang handal di dunia digital,” pungkas Mujahidin.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 81







