
nukotasantri.or.id, Pekalongan — Minggu, (16/11), LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pekalongan turut berkontribusi signifikan dalam pelaksanaan Muktamar Ilmu Pengetahuan ke-3 yang digelar oleh LAKPESDAM PWNU Jawa Tengah. Acara bertajuk “Meneladani Pemikiran dan Tindakan Gus Dur: Reaktualisasi Masyarakat Sipil, Kemandirian Organisasi dan Keadilan Ekologis” diselenggarakan pada tanggal 15-16 November 2025 di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan dan UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Muktamar ini merupakan kelanjutan dari dua muktamar sebelumnya. Muktamar ini memiliki fokus untuk memperkuat wawasan ilmiah dan sosial Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan sosial-ekologis serta ketimpangan ekonomi. LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pekalongan hadir sebagai bagian dari jejaring penting antara ilmuwan, aktivis, dan kader NU yang bertujuan untuk menguatkan kemandirian umat serta keadilan ekologis.
Puncak acara berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dengan diskusi mendalam mengenai warisan pemikiran Gus Dur yang menjadi inspirasi gerakan masyarakat sipil NU masa kini. Diskusi menyoroti dua pokok utama, yakni kemandirian NU sebagai fondasi masyarakat sipil yang berdaulat secara moral, intelektual, dan ekonomi serta keadilan ekologis sebagai tanggung jawab sosial dalam menghadapi krisis global.

LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pekalongan juga berperan dalam sesi diskusi pendukung bertema “Dari Jamaah ke Jamiyyah: Jalan Baru Kemandirian Sosial-Ekonomi Nahdlatul Ulama”. Diskusi ini mengeksplorasi berbagai pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren, lembaga, dan komunitas NU, termasuk model koperasi, BMT, ekonomi hijau, dan wirausaha sosial pesantren yang menjadi fondasi pembaruan ekonomi jamaah.
Tema teknologi dan etika keilmuan di era digital juga menjadi perhatian, di mana LAKPESDAM PCNU berkontribusi dalam merumuskan strategi digital dan literasi teknologi yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, serta menjaga martabat manusia di tengah kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan. Sekretaris LAKPESDAM, Naila Farha, mengingatkan pentingnya memberikan perhatian khusus pada peran perempuan dalam pembangunan masyarakat sipil yang berkeadaban.
“Perlu adanya literasi kecerdasan buatan (AI) agar kaum perempuan dapat memahami dan mengelola teknologi ini dengan bijak. Jangan sampai terjebak dalam pengaruh negatif imitasi atau otomatisasi tanpa kesadaran kritis, melainkan harus menjadi agen perubahan yang cerdas dan berdaya di era digital”, tutur Naila.
Melalui partisipasinya dalam Muktamar Ilmu Pengetahuan ke-3, Lakpesdam PCNU Kabupaten Pekalongan menegaskan peran strategisnya sebagai pendorong perubahan sosial yang berpihak pada masyarakat bawah serta pewaris semangat pemikiran Gus Dur di tingkat lokal. Kehadiran ini diharapkan semakin menguatkan fondasi kemandirian dan keadilan sosial-ekologis sebagai tonggak gerakan Nahdlatul Ulama dalam menyongsong masa depan yang berkelanjutan dan bermartabat.
Penulis: Naila Farha, Sekretaris LAKPESDAM PCNU Kabupaten Pekalongan
Editor: Ihza
Views: 12







