Beranda Warta Haflah Khotmil Qur’an Ponpes Asy-Syifa Nyamok Diikuti 72 Santri, Salah Satunya Santri...

Haflah Khotmil Qur’an Ponpes Asy-Syifa Nyamok Diikuti 72 Santri, Salah Satunya Santri Yatim

109
0
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Asy-Syifa Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan menggelar Haflah Khotmil Qur'an dan Pengajian Umum pada Sabtu (6/6/2026). (Dok. LTNNU)

Kajen, nukotasantri.or.id – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Asy-Syifa Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan menggelar Haflah Khotmil Qur’an dan Pengajian Umum pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula dan halaman pondok pesantren tersebut diikuti oleh 72 santri yang berhasil menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, terdiri atas 12 santri khatam bil ghaib (hafalan) dan 60 santri khatam bin nadzar (membaca).

Dari puluhan peserta khotmil tersebut, salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya santri yatim yang berhasil menyelesaikan target khatam Al-Qur’an. Keberhasilan para santri ini menjadi bukti kesungguhan mereka dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an di bawah bimbingan para masyayikh dan ustadz Pondok Pesantren Asy-Syifa.

Haflah Khotmil Qur’an merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Ponpes Asy-Syifa. Selain sebagai bentuk syukur atas capaian para santri, kegiatan ini juga bertujuan memberikan motivasi kepada seluruh santri agar semakin bersemangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pondok pesantren untuk terus meningkatkan kualitas sistem pendidikan dan pembinaan santri.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syifa yang diwakili oleh KH Mudzakir menyampaikan pentingnya peran alumni dalam mendukung setiap kegiatan pondok. Menurutnya, kehadiran para alumni pada kegiatan khotmil merupakan bagian dari khidmah kepada guru yang akan mempererat hubungan batin antara murid dan guru sehingga ilmu yang diperoleh menjadi lebih berkah.

Beliau juga berpesan kepada para wali santri agar terus memberikan dukungan terhadap proses pendidikan putra-putrinya. Menurutnya, kewajiban mendidik anak pada hakikatnya merupakan tanggung jawab orang tua. Namun apabila orang tua memiliki keterbatasan dalam memberikan pendidikan agama, maka pondok pesantren menjadi tempat yang tepat untuk menitipkan anak agar memperoleh bekal ilmu Al-Qur’an dan ilmu keagamaan.

“Atas nama pengasuh pondok, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya Haflah Khotmil Qur’an ini. Semoga segala kebaikannya mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT,” tuturnya.

Dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sambutan disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pekalongan, Eka Iman Prabawa, SH., MH., yang hadir mewakili Plt Bupati Kabupaten Pekalongan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf dari Plt Bupati Kabupaten Pekalongan yang berhalangan hadir karena harus menyelesaikan agenda pemerintahan lainnya. Ia juga mengapresiasi peran Pondok Pesantren Asy-Syifa dalam mendidik dan membimbing para santri melalui pendidikan Al-Qur’an dan ilmu agama.

“Selamat kepada para santri yang telah diwisuda. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh KH Abdul Majid Al-Hafidz dari Jepara. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah berbagai ujian dan musibah yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurutnya, manusia membutuhkan pegangan hidup yang kuat agar mampu menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pegangan tersebut adalah Al-Qur’an yang menjadi petunjuk sekaligus sumber keberkahan bagi umat Islam.

Beliau menegaskan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur’an akan memperoleh keistimewaan. “Opo wae sing berhubungan kalih Al-Qur’an mesti istimewa,” ungkapnya di hadapan ribuan jamaah yang hadir.

Karena itu, ia menyebut masyarakat Desa Nyamok patut bersyukur memiliki pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an di lingkungan mereka. Keberadaan para penghafal Al-Qur’an diyakini akan membawa keberkahan bagi daerah dan masyarakat sekitarnya.

Selain itu, KH Abdul Majid juga mengajak masyarakat untuk membiasakan membaca Al-Qur’an di rumah masing-masing. Menurutnya, rumah yang dihiasi bacaan Al-Qur’an akan menjadi lebih tenteram, damai, dan terhindar dari berbagai perselisihan.

Dalam tausiyahnya, beliau turut membagikan amalan yang disebutnya sebagai “pesugihan syariat”, yakni ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki melalui jalan yang diridhai Allah SWT. Di antaranya dengan bersegera menunaikan salat ketika mendengar azan, memuliakan kedua orang tua, senantiasa berbakti kepada mereka baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, serta membiasakan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Mengakhiri tausiyahnya, KH Abdul Majid Al-Hafidz memanjatkan doa agar para santri yang telah menyelesaikan khataman Al-Qur’an memperoleh keberkahan ilmu, istiqamah dalam mengamalkan kandungan Al-Qur’an, serta menjadi generasi yang mampu membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Beliau juga mendoakan seluruh hadirin dan masyarakat Desa Nyamok agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan rezeki oleh Allah SWT.

Kontributor: Bati Achmad Dalari

Editor: Syaikhul Alim

Views: 47

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini