Beranda Warta Ansor Kajen Perkuat Regenerasi Lewat PKD dan Diklatsar Banser, Usung Spirit Kepemimpinan,...

Ansor Kajen Perkuat Regenerasi Lewat PKD dan Diklatsar Banser, Usung Spirit Kepemimpinan, Kemandirian Ekonomi, dan Pelestarian Lingkungan

90
0
Ketua MWCNU Kajen, H. Busaeri tengah memberikan sambutan pada pembukaan PKD VI dan Diklatsar III PAC GP Ansor Kajen yang digelar Kamis (2/7/2026) di SMK Ma'arif NU Kajen (Dok LTNNU)

Kajen, nukotasantri.or.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) VI dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) III Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Kamis (2/7/2026), di SMK Ma’arif NU Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan kaderisasi yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 tersebut diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai ranting GP Ansor se-Kecamatan Kajen.

Pelaksanaan PKD dan Diklatsar menjadi agenda strategis GP Ansor dalam menyiapkan kader-kader penerus yang memiliki kapasitas kepemimpinan, disiplin organisasi, militansi, serta komitmen yang kokoh terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ketua PAC GP Ansor Kajen, Ustadz Abdul Rosyid, mengungkapkan rasa syukur sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan kaderisasi dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan PKD dan Diklatsar merupakan buah dari sinergi seluruh elemen GP Ansor bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kajen.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa proses pembinaan kader tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan teknis dan organisatoris, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan spiritual sebagai fondasi utama perjuangan.
“Ansor tidak hanya bergerak di ranah empiris lahiriyah saja, tetapi juga harus menguatkan ranah spiritual batiniyah agar setiap program organisasi memperoleh keberkahan dan mampu berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ketua MWCNU Kajen, Drs. KH. Busaeri, MH., yang turut hadir dalam pembukaan, memberikan apresiasi atas konsistensi PAC GP Ansor Kajen dalam menyelenggarakan kaderisasi. Menurutnya, regenerasi merupakan kebutuhan mendasar bagi Nahdlatul Ulama agar kesinambungan kepemimpinan organisasi tetap terjaga.

Ia mengingatkan bahwa para pemimpin NU saat ini pada waktunya akan menyerahkan estafet perjuangan kepada generasi muda. Oleh karena itu, PKD dan Diklatsar menjadi ruang penting untuk membentuk kader-kader yang kelak siap mengemban amanah kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Ansor adalah generasi penerus Nahdlatul Ulama. Saya dan Pak Kiai Kholil tentu tidak akan selamanya memimpin. Suatu saat estafet perjuangan itu akan diteruskan oleh kader-kader muda yang hari ini sedang mengikuti proses kaderisasi,” ujarnya.

Tidak hanya menyoroti pentingnya kaderisasi, KH. Busaeri juga mendorong GP Ansor agar terus mengembangkan program-program inovatif yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi kader. Salah satu gagasan yang ditawarkannya adalah pemanfaatan lahan-lahan wakaf milik Nahdlatul Ulama di wilayah Kajen yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Menurutnya, aset wakaf tersebut memiliki potensi besar untuk dikelola menjadi usaha produktif yang dapat memperkuat ekonomi organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Rifda Ujza, yang hadir mewakili Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, menyampaikan bahwa arah gerakan GP Ansor saat ini tidak hanya berfokus pada kaderisasi dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pelestarian lingkungan hidup sebagai implementasi nilai hablum minal alam.

Ia menjelaskan bahwa salah satu Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan dilaksanakan peserta setelah mengikuti PKD dan Diklatsar adalah kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.

Rifda menilai gagasan pemanfaatan lahan wakaf yang disampaikan MWCNU Kajen sangat selaras dengan program prioritas GP Ansor. Menurutnya, lahan tersebut dapat dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif yang mendukung penghijauan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan kader.

Ia pun menyarankan PAC GP Ansor Kajen melakukan studi banding ke PAC GP Ansor Kutosari yang dinilai berhasil mengembangkan budidaya mentimun sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis organisasi.

“Departemen Lingkungan Hidup PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan siap mendukung penyediaan bibit pohon. Semoga program ini menjadi langkah nyata Ansor dalam menjaga lingkungan sekaligus mengoptimalkan aset wakaf NU agar lebih produktif,” katanya.

Melalui penyelenggaraan PKD VI dan Diklatsar III Banser ini, PAC GP Ansor Kajen berharap lahir kader-kader yang tidak hanya tangguh dalam kepemimpinan dan loyal terhadap organisasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi umat, pengelola aset organisasi secara produktif, serta pelopor pelestarian lingkungan. Harapan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi kader Ansor untuk menjawab tantangan zaman sekaligus meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama secara berkelanjutan.
Pewarta: Syaikhul Alim

Views: 41

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini