Tirto, NU Kota Santri — Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Kabupaten Pekalongan terus mendorong peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi guru NU melalui Program Peningkatan Kompetensi Guru NU (PKGNU). Salah satu fokus program tersebut adalah fasilitasi dan pendampingan studi lanjut jenjang magister (S2) dan doktor (S3) bagi guru NU.
Sosialisasi program PKGNU tersebut digelar pada Sabtu (15/8/2026) di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan diikuti oleh perwakilan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PERGUNU dari empat kecamatan, yakni Tirto, Wiradesa, Wonopringgo, dan Wonokerto.
Sosialisasi disampaikan langsung oleh Ketua PC PERGUNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Nur Hanafi, M.Pd.I., bersama jajaran pengurus inti. Dalam penyampaiannya, Nur Hanafi menegaskan bahwa PKGNU menjadi salah satu program prioritas PERGUNU untuk menjawab tantangan peningkatan mutu dan daya saing guru NU di tengah perubahan dunia pendidikan.
“Guru NU harus naik kelas. Kita tidak cukup hanya mengabdi dengan keikhlasan, tetapi juga harus meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik. PKGNU melalui studi lanjut S2 dan S3 ini adalah ikhtiar kita agar guru-guru NU memiliki marwah, berdaya saing, dan tetap berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” tegasnya.
Menurutnya, studi lanjut menjadi kebutuhan penting bagi guru Ma’arif NU, guru madrasah, maupun guru NU yang mengajar di sekolah umum. Peningkatan kualifikasi akademik diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan standar profesionalitas guru, tetapi juga memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi perkembangan dan tantangan pendidikan di era globalisasi.
Melalui PKGNU, PC PERGUNU Kabupaten Pekalongan akan berperan sebagai fasilitator sekaligus pendamping bagi anggota yang berminat melanjutkan pendidikan. Pendampingan tersebut mencakup pemilihan program studi yang linier, pengurusan administrasi, penyampaian informasi beasiswa, hingga advokasi akses pendidikan melalui perguruan tinggi yang menjadi mitra PERGUNU.
Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan informasi mengenai sejumlah perguruan tinggi mitra PERGUNU, termasuk pilihan program studi, besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta peluang beasiswa yang dapat diakses oleh calon mahasiswa S2 dan S3.
Untuk memperluas jangkauan program, masing-masing PAC PERGUNU diminta melakukan inventarisasi dan pendataan anggota yang memiliki minat serta kesiapan untuk melanjutkan studi. Pendataan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun gerakan studi lanjut secara kolektif di tingkat kecamatan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog. Sejumlah perwakilan PAC menyambut baik program tersebut karena masih banyak guru di tingkat kecamatan yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, tetapi menghadapi kendala berupa keterbatasan informasi, akses perguruan tinggi, maupun informasi beasiswa.
Dialog juga membahas pentingnya penguatan organisasi melalui pengaktifan dan konsolidasi anggota PERGUNU di masing-masing PAC. Dengan demikian, program PKGNU tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualifikasi akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan jaringan guru NU di Kabupaten Pekalongan.
Ketua PAC PERGUNU Tirto menyampaikan harapan agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Menurutnya, program perlu dikawal secara berkelanjutan agar guru-guru yang telah menyatakan minat benar-benar mendapatkan pendampingan hingga dapat melanjutkan pendidikan.
Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil kegiatan melalui pengurus PKGNU di masing-masing PAC. Sementara itu, penutupan kegiatan dilakukan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Tirto, KH. Multazam.
Melalui PKGNU, PC PERGUNU Kabupaten Pekalongan berharap semakin banyak guru NU yang memiliki kualifikasi akademik lebih tinggi, kompetensi yang semakin kuat, serta pemahaman keaswajaan yang mendalam. Mereka diharapkan menjadi kader pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan di lingkungan NU Kabupaten Pekalongan.
Pewarta: Lathifah
Editor: Anwar
Views: 8








