
PEKALONGAN, nukotasantri.or.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan, H. Moh. Irkham, S.Ag., M.Pd.I menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas LP Ma’arif NU dengan berbagai lembaga terkait untuk memperkuat kualitas pendidikan serta mewujudkan cita-cita membangun peradaban bangsa.
Hal tersebut disampaikan H. Moh. Irkham saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam acara Doa Bersama dan Perayaan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU yang berlangsung di Aula PCNU Kabupaten Pekalongan, Jalan Raya Karangdowo Nomor 9 Kedungwuni, Jumat (18/9/2026).
Menurut Irkham, tema Harlah ke-97 LP Ma’arif NU tahun 2026, “Menginspirasi Negeri, Membangun Peradaban”, memiliki makna mendalam yang harus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh elemen pendidikan. Menginspirasi, kata dia, berarti mampu mengilhami dan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan positif, sedangkan peradaban menunjukkan kemajuan manusia dalam aspek kecerdasan, kebudayaan, serta kualitas lahir dan batin.
“Membangun peradaban bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan optimalisasi khidmah, baik secara kultural maupun struktural. Karena itu, seluruh lembaga harus terus disinergikan agar gerakan pendidikan semakin kuat dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Irkham.
Ia menyampaikan, di Kabupaten Pekalongan terdapat lebih dari 200 lembaga atau satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU. Potensi besar tersebut, menurutnya, akan semakin kuat apabila mampu bergerak bersama dengan semangat kerja sama dan kolaborasi.
“Jika seluruh lembaga dapat bersinergi, tentu gerak dan dampaknya akan jauh lebih hebat. Sinergitas antar-lembaga menjadi hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irkham menyebut LP Ma’arif NU memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan spiritual yang kuat.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menggunakan pendekatan holistik sebagaimana pemikiran Imam Al-Ghazali. Pendekatan tersebut, menurutnya, menekankan keseimbangan berbagai dimensi manusia, mulai dari intelektual, moral, hingga spiritual.
“Ma’arif dapat mengadopsi semangat ini dalam mengembangkan pendidikan yang memajukan seluruh dimensi peserta didik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irkham juga mengingatkan pentingnya nilai keberkahan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia mengutip maqalah ulama yang menyebutkan bahwa ilmu diperoleh melalui belajar, sedangkan keberkahan diperoleh melalui khidmah atau pengabdian.
Terkait kondisi guru, ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan saat ini membawahi lebih dari 3.000 guru, sebagian di antaranya mengabdi di lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU. Namun, masih terdapat lebih dari 1.000 guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.
“Kami terus mengupayakan agar kesejahteraan guru nonsertifikasi dapat meningkat. Saat ini insentif yang diberikan sebesar Rp300 ribu dan sedang diperjuangkan agar dapat meningkat menjadi Rp1 juta,” ungkapnya.
Irkham juga mengingatkan para guru agar senantiasa menjadi teladan bagi peserta didik. Ia menyitir pesan Ibnu Athoillah As-Sakandari bahwa seorang guru bukan hanya dilihat dari apa yang diucapkan atau diajarkannya, tetapi dari keteladanan yang mampu diberikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai ada guru yang justru menghadapi persoalan terkait karakter dan tabiat yang kurang baik. Pendidikan harus menghadirkan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan membawa kebaikan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Daenuri, M.Pd.I menyampaikan bahwa usia 97 tahun merupakan fase kedewasaan bagi LP Ma’arif NU untuk terus meningkatkan kiprah dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, LP Ma’arif NU harus terus mengedepankan peningkatan kualitas, membangun sinergi, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Menjelang satu abad pengabdiannya, LP Ma’arif NU tetap istiqomah merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menyiapkan generasi yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” kata Daenuri.
Ia berharap melalui momentum Harlah ke-97 ini, LP Ma’arif NU semakin mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. “Harapan kita bersama, negara menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tuturnya.
Acara tersebut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar didampingi Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Tikror Bukhori. Hadir pula Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan sekaligus Pembina LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., Ketua PC PERGUNU Kabupaten Pekalongan Dr. Nur Anafi, M.Pd.I, pengurus badan otonom PCNU Kabupaten Pekalongan, pengurus LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, serta para kepala sekolah/madrasah jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan.
Perayaan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa.
Pewarta: Syaikhul Alim
Views: 12







