Beranda Pendidikan Bikin Gemas! Tradisi Kakak Gandeng Adik Warnai Kamis Sehat Awal Bulan MI...

Bikin Gemas! Tradisi Kakak Gandeng Adik Warnai Kamis Sehat Awal Bulan MI Salafiyah Sembungjambu Kecamatan Bojong

252
0
Kegiatan “Kamis Sehat Awal Bulan” di MI Salafiyah Sembungjambu Kecamatan Bojong. diwarnai tradisi kakak kelas menggandeng dan mendampingi adik kelas sepanjang perjalanan (Dok. MIS Sembungjambu)

BOJONG, nukotasantri.or.id – Ada pemandangan menarik dan menggemaskan dalam kegiatan “Kamis Sehat Awal Bulan” di MI Salafiyah Sembungjambu Kecamatan Bojong. Bukan hanya senam dan jalan sehat, kegiatan kali ini juga diwarnai tradisi kakak kelas menggandeng dan mendampingi adik kelas sepanjang perjalanan. Momen tersebut menghadirkan suasana hangat, ceria, sekaligus sarat nilai pendidikan karakter. (8/10/2026)

Dalam upaya membangun budaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga madrasah, MI Salafiyah Sembungjambu melaksanakan kegiatan Kamis Sehat Awal Bulan yang diikuti oleh murid dan guru dengan penuh antusias.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembiasaan positif untuk menanamkan kesadaran kepada murid tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang sederhana, menyenangkan, dan dilakukan secara bersama-sama.

Kegiatan diawali dengan persiapan bersama di lingkungan madrasah. Para murid berkumpul dengan tertib sebelum mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah persiapan, kegiatan dilanjutkan dengan saling bergandengan antara kakak kelas dengan adik kelas sebelum berjalan bersama. Para murid dengan antusias, menciptakan suasana pagi yang ceria dan penuh energi positif.

Kepala MI Salafiyah Sembungjambu, Siti Asmanah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Kamis Sehat Awal Bulan bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan bagian dari pembiasaan hidup sehat sekaligus sarana membangun karakter murid.

“Kamis Sehat Awal Bulan bukan hanya kegiatan jalan santai saja, tetapi juga ada kegiatan senam yang menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar menjaga kesehatan, membangun kedisiplinan, dan mempererat kebersamaan. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar Siti Asmanah.

Menurut Siti Asmanah, pembiasaan hidup sehat perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari murid. Ia menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik, perkembangan sosial, dan pembentukan karakter anak.

Kegiatan dilakukan dengan menyusuri lingkungan sekitar madrasah. Para murid tampak ceria dan bersemangat mengikuti kegiatan. Guru turut mendampingi sepanjang perjalanan sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan.

Namun, ada satu pemandangan yang membuat kegiatan kali ini terasa semakin istimewa.

Para kakak kelas tampak menggandeng adik kelas selama mengikuti jalan sehat. Mereka berjalan berdampingan, saling menjaga, dan sesekali terlihat bercanda serta memberikan semangat satu sama lain.

Tradisi sederhana tersebut menjadi momentum bermakna untuk menumbuhkan sikap peduli, saling menyayangi, dan bertanggung jawab antarmurid.

Kakak kelas belajar memberikan perhatian dan menjaga adik kelas, sementara adik kelas mendapatkan pengalaman kebersamaan dan rasa aman ketika mengikuti kegiatan bersama.

Kepala madrasah menjelaskan bahwa interaksi antara kakak kelas dan adik kelas dalam kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.

Menurutnya, kebiasaan saling membantu dan peduli kepada sesama perlu dibangun melalui pengalaman nyata agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kakak kelas menggandeng adik kelas, sebenarnya anak-anak sedang belajar tentang kasih sayang, kepedulian, tanggung jawab, dan rasa saling menjaga. Hal sederhana seperti ini memiliki nilai pendidikan yang sangat besar bagi perkembangan karakter mereka,” tambahnya.

Pemandangan kakak dan adik kelas yang berjalan bergandengan tersebut menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Tidak tampak adanya sekat antara murid kelas atas dan kelas bawah. Semua membaur dalam satu kegiatan, saling menyemangati, dan menikmati perjalanan dengan penuh keceriaan.

Selain memberikan manfaat bagi kebugaran jasmani, Kamis Sehat Awal Bulan juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di madrasah.

Melalui aktivitas senam dan jalan sehat, murid diajak belajar tentang kedisiplinan, kepedulian, kerja sama, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga kesehatan.

Kegiatan menggandeng adik kelas juga menjadi bentuk nyata pembelajaran sosial di luar ruang kelas. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun hubungan yang positif dengan teman-temannya.

Salah seorang guru pendamping, Sekar Wulan, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat baik untuk membangun kedekatan antarmurid sekaligus menciptakan lingkungan madrasah yang nyaman dan menyenangkan.

“Melalui kegiatan bersama seperti ini, anak-anak belajar bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Mereka juga belajar untuk saling peduli, terutama saat kakak kelas mendampingi dan menggandeng adik kelas dengan penuh kasih sayang,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar aktivitas fisik, Kamis Sehat Awal Bulan menjadi ruang pembelajaran bermakna bagi murid.

Senam dan jalan sehat yang dilakukan bersama mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih santai, menyenangkan, dan penuh interaksi positif.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya madrasah dalam membangun karakter murid yang sehat, peduli, disiplin, dan memiliki rasa kebersamaan.

Pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk perilaku baik yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Sebab, generasi yang sehat bukan hanya generasi yang kuat secara fisik, tetapi juga generasi yang mampu menghargai, menyayangi, membantu, dan menjaga satu sama lain. Dari sebuah genggaman tangan seorang kakak kepada adiknya, tumbuh pesan sederhana bahwa sehat akan terasa lebih bermakna ketika dilakukan bersama, dan pendidikan akan lebih indah ketika diiringi kepedulian kepada sesama.

Kontributor: Sabina Putri Lestari

Editor: Syaikhul Alim

Views: 196

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini