Beranda Warta SEMARAK HSN 2024: MWC NU BUARAN GELAR LOMBA HINGGA SEMINAR

SEMARAK HSN 2024: MWC NU BUARAN GELAR LOMBA HINGGA SEMINAR

247
0
Seminar Sejarah NU dan Aktualisasi peran santri sebagai penerus juang NU masa depan. MWCNU Buaran (Dok. LTNNU)

Buaran, nukotasantri – Hari santri sudah semestinya dirayakan oleh kaum santri untuk mengenang jasa dan perjuangan para Kyai dan Santri NU demi keutuhan NKRI pasca kemerdekaan. Dalam rangka mensyiarkan HSN 2024, MWC NU Buaran menggelar beberapa kegiatan. Kegiatan itu meliputi lomba-lomba, apel dan puncaknya adalah seminar.

Ajang perlombaan hari santri MWC NU Buaran meliputi lomba barzanji untuk pengurus ranting NU, Muslimat dan Fatayat. Lalu, ada Lomba MQK untuk santri madin dan pondok pesantren di wilayah kecamatan Buaran. Tidak kalah lagi, ada Lomba Khitobah bagi siswa atau siswi MI dan SD yang berada di bawah naungan LP Ma’rif Buaran yang diadakan pada 25 Oktober 2024 di MIS Pakumbulan.

Rangkaian setelahnya, hari Minggu (27/10), dilanjutkan Apel HSN yang diikuti oleh Pengurus MWC dan PR NU beserta Banomnya di SMP Islam Yarohis Simbangwetan. Bertindak sebagai pembinan apel yaitu Kyai M.Isbiq, M.S.I selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Buaran. Puncak acaranya adalah Seminar dengan mengambil tema, “Sejarah NU dan Aktualisasi Peran Santri sebagai Penerus Juang NU Masa Depan”.

Antusias peserta terlihat dari pertanyaan menarik muncul ditujukan kepada pemateri seminar yaitu KH. Kholison Syafi’i, S.H (Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah). Peserta menunjukkan ketertarikannya pada materi yang telah disampaikan. Beliau memberikan narasi tentang sejarah NU dan perkembangannya hingga sekarang.

“Mereka ber NU tetapi tidak tahu maksud dan tujuan ber-NU. Ketika terjadi pemilihan ketua NU mereka pada lari. Ada kotak koin mereka tidak mau menerima. Inilah yg disebut Index ideologinya rendah. Mereka ber NU ttp daya juangnya rendah. Bahasa kamuflasenya, ‘Ora usah NU-NU-an ora usah Muhammadiyah-muhammadiyah-an, seng penting Islam'”, ujarnya saat materi.

Maka, penting sekali untuk mempelajari sejarah NU. NU besar maka banyak kepentingan yg melirik kepada NU. Hasil survey Publik mengidentifikasi dirinya dengan : NU 56,9 % (Agustus 2023) Muhammadiyah 5,70 %(Agustus 2023).Index Ideology dalam Organisasi NU yang tertinggi adalah Banser dan yang terendah adalah IPNU/IPPNU.

Beliau juga menyampaikan Wasiat Mbah Ali Maksum : العلم والتعلم بنهضة العلماء . Acara seminar ditutup dengan pengumuman juara lomba dan pembagian tropy, piagam dan uang pembinaan bagi para juara. Juara barzanji putra diraih oleh PRNU Coprayan, Barzanji Putri diraih oleh Muslimat NU Kertijayan, MQK diraih oleh Ponpes Fathul Ulum Simbangkulon, Khitobah diraih MIS Pakumbalan dan Lomba Apel diraih PR NU Kertijayan.

Ketua Panitia, Muhammad Syarifudin, mengungkap, “harapannya kegiatan ini bisa manjadi kebangkitan pengurus dan para santri di wilayah kecamatan Buaran agar bertambah semangat juangnya dalam berkhidmah di jam’iyyah Nahdhatul Ulama.”

Acara seminar berlangsung cukup meriah dengan dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, antara lain hadir Wakil Ketua Tanfidziyah, Kyai Tikror Bukhori dan KH. Nur Alif Wasnadi. Hadir pula Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Pekalongan KH. Ahmad Afifuddin.

Pengirim: Muhammad Syarifudin

Editor: Ihza Maulina

Views: 97

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini