Beranda Opini Menjelang Konfercab Ansor XIV Kabupaten Pekalongan, Berkhidmah Demi Ngalap Barokah

Menjelang Konfercab Ansor XIV Kabupaten Pekalongan, Berkhidmah Demi Ngalap Barokah

510
0

Fatkhuddin
Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan 2020-2023

Ansor, adalah suatu organisasi kepemudaan yang besar dalam struktur Nahdlatul Ulama. Dengan slogan Ngaji, Ngader, Makaryonya tentunya kader Ansor harus berkomitmen untuk menjadikan paradigma kaderisasi sebagai norma dalam bingkai pergerakan menuju program dan kegiatan nyata yang lebih menekankan kepada sisi intelektualitas kader dari pada yang bersifat formal. Keharusan mengasah intelektualitas kader untuk memberikan sebuah inovasi sistematis demi menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan akan kebutuhan ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan.

Harus dipahami, kegiatan formal kaderisasi hukumnya wajib dilakukan oleh struktural NU dalam rangka mempersiapkan benih-benih generasi struktural tadi. Namun, jika struktural NU hanya memfokuskan diri pada kegiatan formal, maka disitulah letak stagnasi kader yang tidak peka membaca peluang pentingnya membekali calon generasi struktural tadi dengan muatan intelektual yang memadai.

Dengan keadaan demikian, maka struktural NU termasuk Ansor akan mengalami kepincangan pada proses perjalanannya nanti. Kader selalu di tuntut untuk tidak berpikir sempit, karena kader adalah orang yang diharapkan akan memegang peranan penting dalam sebuah organisasi. Mampu memilah dan memilih sebagai strategi kaderisasi dibutuhkan dari pada sekedar mengedepankan keinginan eksklusif yang tidak berdasar. Kompetisi itu harus memberikan efek lebih dari hanya sekedar loyalitas terhadap organisasi. Pergantian struktur, peremajaan Organisasi merupakan suatu keniscayaan. Begitu juga Ansor, yang secara periodik harus melaksanakan Kongres dan atau Konferensi seusai tingkatannya masing-masing.

Konferensi Cabang (Konfercab) adalah kegiatan empat tahun sekali dalam satu periode kepengurusan di lingkungan GP Ansor tingkat kota/kabupaten yang berisi kegiatan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Pekalongan masa khidmat 2020-2024, dan pemilihan ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan masa khidmat 2025-2029 mendatang.

Dalam SK Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Nomor 2968/PP/SK-01/III/2021 masa khidmat Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan sampai dengan 27 Desember 2024. Akan tetapi, dikarenakan ada kegiatan Umroh bersama 91 Kader Ansor yang kembali ke tanah air tanggal 31 Desember 2024, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan mengajukan perpanjangan sampai dengan 27 Maret 2025 dengan amanat untuk dapat menyelenggarakan Konferensi Cabang. Hal tersebut sesuai dengan surat Keputusan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Nomor 1843/PP/SK-01/XII/2024.

Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XIV Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan menjadi momentum penting untuk membuka ruang kepada siapapun dalam berkhidmah demi ngalap barokah. Dalam Road map Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Pra Konferensi akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2025 dan Konferensi sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 26 Januari 2025.

Yang menarik dalam Konferensi kali ini adalah pada tanggal 18 Desember 2024 Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor mengeluarkan surat pemberitahuan Nomor 1757/PP/SR-01/XII/2024 tentang Pemberitahuan Hasil Peraturan Organisasi Hasil Konbes yang dilaksanakan bulan Oktober 2024, bahwa calon ketua PC GP Ansor “berusia tidak lebih dari 40 (empat puluh) tahun pada saat dipilih (sepanjang belum berusia 41 tahun), dibuktikan dengan kartu identitas berupa kartu tanda penduduk dan akta kelahiran” yang berarti sejak mulai terbitnya surat tersebut syarat ketua Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang sampai dengan Pimpinan Ranting menggunakan klausul umur tersebut.

Yang muncul pertanyaan dari banyak kader adalah, apakah sudah ada figur pengganti Gus Sholah dengan usia maksimal 40 tahun untuk menahkodai Organisasi Kepemudaan terbesar dengan tantangan yang luar biasa kedepan dan hiruk pikuknya? Semuanya akan terjawab saat Konferensi Cabang XIV nanti.

Siapapun yang terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Pekalongan, kita harus percaya bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari doa dan restu para Muassis NU, yang senantiasa membimbing kita dalam setiap langkah perjuangan. Sosok Ketua tersebut menjadi simbol bagi para kader, menegaskan bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalankan misi ini. Oleh karena itu, pimpinan harus terhubung dengan PAC dan Ranting sebagai garda terdepan organisasi, demi mewujudkan cita-cita besar Ansor.

Konfercab XIV Ansor Kabupaten Pekalongan tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin baru, tetapi juga sebagai momen refleksi dan proyeksi untuk masa depan organisasi. Harapan besar dipasang pada konferensi ini untuk melahirkan seorang pemimpin yang tidak hanya kuat dan visioner, tetapi juga mampu mengakomodasi berbagai aspirasi serta meneruskan estafet perjuangan dalam pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.

Dengan berlangsungnya konferensi nanti, GP Ansor Kabupaten Pekalongan menunjukkan komitmennya untuk menjaga dinamika organisasi dan mempersiapkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman. Keberhasilan konferensi ini diharapkan menjadi barometer kesiapan organisasi dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan dan keislaman di tengah arus perubahan global yang semakin kompleks.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamitthariq

Views: 156

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini