Beranda Opini Memperbarui Niat: Kunci Istiqamah dalam Khidmah Banser

Memperbarui Niat: Kunci Istiqamah dalam Khidmah Banser

138
0

Oleh: Yusuf Bahtiar (Banser Tirto)

“Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadan Rasūlullāh. Niat ingsun mlebu Banser, mlebu Ansor ibadah lillāhi ta‘ālā dengan menjalankan, mengamankan, mendukung, dan menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.”

Kalimat tersebut disampaikan oleh almarhum H. Alfa Isnani ketika menutup Kemah Bhakti III Banser Tahun 2019 di Jepara saat menjabat sebagai Kasatkornas Banser. Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam: setiap kader Banser harus senantiasa memperbarui niat dalam setiap langkah pengabdiannya.

Dua tahun kemudian, estafet kepemimpinan diteruskan oleh Ndan Hasan Basri Sagala. Dalam sebuah podcast Pengurus Pusat GP Ansor, beliau mengenang kebiasaan almarhum H. Alfa yang hampir selalu mengingatkan para kader agar terus memperbarui niat. Bahkan beliau mengutip pesan yang begitu membekas, bahwa menjadi kader Ansor-Banser harus selalu memperbarui niat karena pesan tersebut akan tetap relevan hingga “yaumul qiyamah kurang tiga menit.”

Sebagai kader Banser, saya meyakini bahwa pesan tersebut bukan sekadar slogan organisasi. Ia merupakan fondasi utama dalam menjalankan khidmah. Sebab, inti dari pengabdian bukanlah seragam yang dikenakan ataupun jabatan yang diemban, melainkan niat yang terus dijaga agar tetap ikhlas karena Allah Swt.

Menjadi Banser bukanlah perjalanan yang tanpa tantangan. Berbagai ujian akan selalu hadir, baik dari lingkungan internal maupun eksternal. Ada dinamika organisasi, perbedaan pendapat, keterbatasan waktu karena pekerjaan dan keluarga, hingga berbagai stigma negatif yang kerap beredar di media sosial. Semua itu dapat mengikis semangat apabila seseorang kehilangan orientasi awal mengapa ia memilih menjadi Banser.

Memang, setiap anggota yang telah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) maupun Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser telah dibekali berbagai materi keorganisasian, ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, kedisiplinan, serta baiat sebagai kader. Bekal tersebut sangat penting. Namun, pengkaderan hanyalah titik awal, bukan garis akhir.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa semangat kader baru biasanya sangat tinggi. Mereka antusias mengikuti kegiatan, siap bertugas, dan aktif menghadiri berbagai agenda organisasi. Namun seiring berjalannya waktu, tidak sedikit yang mulai berkurang keaktifannya. Sebagian sibuk bekerja, membangun rumah tangga, mengalami persoalan pribadi, atau bahkan terpengaruh berbagai narasi negatif mengenai Banser di media sosial. Pada akhirnya, hanya sebagian kader yang tetap bertahan menjalankan khidmah secara istiqamah.

Di balik berbagai alasan tersebut, saya meyakini ada satu faktor yang lebih mendasar, yaitu menjaga niat. Ketika niat mulai memudar, berbagai alasan untuk tidak hadir akan selalu ditemukan. Sebaliknya, ketika niat tetap terjaga karena Allah, selalu ada jalan untuk tetap berkontribusi sesuai kemampuan.

Karena itulah memperbarui niat menjadi kebutuhan setiap kader. Niat yang terus diperbarui akan melahirkan istiqamah. Bukan berarti harus selalu hadir dalam setiap kegiatan, melainkan tetap berusaha memberi manfaat sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.

Saya teringat sosok Ndan Muji Slamet, kader Banser Satkoryon Tirto yang satu angkatan dengan saya dalam Diklatsar Banser II Satkoryon Tirto Tahun 2015. Seusai mengikuti Diklatsar, beliau termasuk kader yang sangat aktif. Hampir tidak pernah absen dalam tugas pengamanan, baik di tingkat ranting maupun kecamatan. Bahkan beliau mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Khusus Provost Banser sehingga dipercaya menjadi salah satu penegak disiplin Banser di tingkat kabupaten.

Namun kehidupan kemudian mengubah ritme pengabdiannya. Setelah kakak kandungnya wafat, beliau menjadi satu-satunya yang mendampingi ibunya yang telah lanjut usia. Dalam sebuah kesempatan saya bertanya mengapa kini jarang terlihat bertugas seperti dahulu. Jawabannya sangat menyentuh.

“Sekarang saya di rumah tinggal berdua dengan ibu. Beliau sudah sepuh dan tidak mungkin saya sering meninggalkannya. Jadi saya memilih fokus membantu Banser di tingkat desa agar tetap bisa mengabdi sekaligus mendampingi ibu.”

Jawaban tersebut membuat saya semakin memahami makna memperbarui niat. Bagi beliau, berkhidmah tidak selalu harus hadir di setiap kegiatan tingkat kabupaten atau kecamatan. Yang terpenting adalah tetap menjaga komitmen pengabdian sesuai keadaan yang Allah berikan. Hingga hari ini beliau tetap istiqamah di Banser, bahkan dipercaya menjadi Kepala Satkorkel Banser di desanya.

Kisah tersebut mengajarkan bahwa istiqamah bukan berarti selalu melakukan sesuatu dalam jumlah yang besar, tetapi terus menjaga semangat pengabdian meskipun bentuknya berubah sesuai keadaan.

Oleh karena itu, pesan almarhum H. Alfa Isnani tentang pentingnya memperbarui niat bukanlah sekadar formalitas yang diucapkan dalam setiap apel atau penutupan kegiatan. Pesan tersebut merupakan bekal spiritual agar kader Banser tidak mudah goyah ketika menghadapi berbagai ujian. Sebab mereka yang berkhidmah hanya karena semangat sesaat akan mudah berhenti ketika menemui kesulitan. Sebaliknya, mereka yang berkhidmah karena Allah akan selalu menemukan alasan untuk tetap bertahan.

Pada akhirnya, menjadi Banser bukan sekadar mengenakan seragam loreng, mengikuti apel, ataupun menjalankan tugas pengamanan. Lebih dari itu, Banser adalah jalan khidmah yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan istiqamah. Karena itu, marilah terus memperbarui niat dalam setiap pengabdian. Tanamkan dalam hati bahwa seluruh khidmah ini dilakukan semata-mata karena Allah Swt.

Insyaallah, apabila niat senantiasa dijaga, Allah akan membukakan keberkahan bagi diri kita, keluarga kita, dan organisasi yang kita cintai. Sebagaimana sering diingatkan oleh para pendahulu Banser, khidmah yang dilandasi niat yang benar tidak akan pernah sia-sia, baik di dunia maupun di akhirat.

Editor: Khairul Anwar

Views: 34

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini