Beranda Pendidikan MI Sullam Taufiq Kajen Gelar Sidang Tahsis TPQ Metode Yanbu’a, Uji Kualitas...

MI Sullam Taufiq Kajen Gelar Sidang Tahsis TPQ Metode Yanbu’a, Uji Kualitas Bacaan Al-Qur’an Peserta Didik

257
0
Salah satu peserta didik MI Sullam Taufiq tengah mengikuti prosesi sidang tahsis yang digelar pada Selasa (20/05/2025) (Dok. LTNNU)

KAJEN, nukotasantri.or.id – MI Sullam Taufiq Kajen kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani melalui kegiatan Sidang Tahsis Program TPQ Metode Yanbu’a. Kegiatan ini digelar pada Selasa (20/05/2025) dan diikuti oleh 26 peserta didik kelas VI Tahun Ajaran 2024/2025 yang telah menempuh pembelajaran Al-Qur’an sejak jenjang prajilid hingga ghorib.

Sidang tahunan ini menghadirkan penguji eksternal dari Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk evaluasi akhir sekaligus ujian komprehensif untuk memperoleh syahadah atau ijazah TPQ. Bertindak sebagai penguji yaitu Ketua LMY Kabupaten Pekalongan, Ustadz Hasanudin, dan Ustadz Rusyadi selaku pengurus LMY Kabupaten Pekalongan.

Prosesi sidang berlangsung khidmat di lingkungan madrasah dan turut disaksikan langsung oleh Pembina Yayasan Sullama Taufiq, Cipto Leksono, S.Pd.I, Kepala MI Sullam Taufiq M. Syaikhul Alim, M.S.I, para dewan guru, serta siswa-siswi MI Sullam Taufiq Kajen.

Dalam keterangannya, M. Syaikhul Alim menyampaikan bahwa sidang Tahsis merupakan program rutin tahunan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan di MI Sullam Taufiq. “Kegiatan ini menjadi sarana untuk menguji sejauh mana kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan fashohah sesuai kaidah ilmu tajwid,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh ustadz-ustadzah yang telah dengan sabar membimbing peserta didik hingga sampai pada tahap sidang Tahsis. Ia berpesan agar para peserta didik tetap menjaga semangat belajar Al-Qur’an meskipun kelak sudah lulus dari MI. “Kepada anak-anak yang mengikuti sidang Tahsis ini saya berpesan untuk menjadi generasi Qur’ani yang cinta kepada Al-Qur’an. Pertahankan kebiasaan mengaji selepas dari MI Sullam Taufiq. Insya Allah ini akan bermanfaat dan menjadi penolong serta sumber keberhasilan di masa mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Ustadz Hasanudin selaku penguji menjelaskan bahwa penilaian dalam sidang Tahsis mengacu pada dua aspek utama, yakni tartil dan fashohah. Pada aspek tartil, peserta diuji dalam kelancaran membaca (muroatul kalimah), penerapan tajwid (muroatul tajwid), pemahaman waqaf dan ibtida’, teknik pernapasan (tanaffus), serta adab tilawah. Sedangkan aspek fashohah mencakup ketepatan pelafalan huruf (muroatul huruf), makhraj, sifat huruf, serta pengaturan volume suara.

MI Sullam Taufiq Kajen sendiri merupakan lembaga pendidikan dasar yang mengusung konsep fullday school dengan kekhasan integrasi antara kurikulum nasional, pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ Metode Yanbu’a, serta program tahfidz. Konsep ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat dalam nilai spiritual.

Melalui pelaksanaan sidang Tahsis ini, MI Sullam Taufiq tidak hanya menegaskan posisinya sebagai madrasah akademik, namun juga sebagai lembaga pembinaan iman yang serius dalam melahirkan generasi pecinta Al-Qur’an. Kegiatan ini pun menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Al-Qur’an tetap menjadi ruh utama dalam proses pembelajaran di tengah tantangan era digital saat ini.

Kontributor: Kharis Zakariya

Views: 87

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini