
Bojong, nukotasantri.or.id — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bojong sukses menggelar Konferensi XI pada Ahad, 25 Mei 2025 M / 27 Dzulqa’dah 1446 H, bertempat di Kompleks Masjid Al Huda Babalankidul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Forum tertinggi permusyawaratan NU tingkat kecamatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Bojong, utusan seluruh Ranting NU se-Kecamatan Bojong, serta Pimpinan Anak Cabang Badan Otonom NU di wilayah setempat.
Konferensi yang mengusung tema “Penguatan Jam’iyah NU dalam Membina dan Membumikan Tradisi Aswaja” ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan perencanaan program, tetapi juga momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
Puncak konferensi ditandai dengan terpilihnya Kiai Khozin sebagai Rais Syuriyah dan H. Mustaqim, M.Pd.I sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Bojong Masa Khidmah 2025–2030. Keduanya dipilih melalui proses musyawarah dan mendapat dukungan penuh dari peserta konferensi, sebagai sosok yang dinilai mampu melanjutkan estafet perjuangan NU di Kecamatan Bojong.
Dalam sambutan pengarahan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus MWCNU Bojong masa khidmah 2020–2025. Ia menegaskan pentingnya menjadikan konferensi sebagai titik awal sukses lima tahun mendatang, dengan memegang prinsip trilogi sukses: sukses menata niat, sukses dalam proses, dan sukses hasil akhir.
“Konferensi ini bukan ajang persaingan, tapi sarana menyatukan langkah dalam berkhidmah kepada kiai dan NU. Niat yang lurus harus menjadi pondasi utama,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi lintas elemen serta menjaga loyalitas terhadap garis perjuangan Jam’iyah.
Camat Bojong, Farid Abdul Hakim, S.STP., MM., dalam sambutannya turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi ini. Ia berharap kepemimpinan baru di bawah Kiai Khozin dan H. Mustaqim dapat membawa MWCNU Bojong menjadi organisasi yang semakin kuat, inklusif, dan solutif terhadap tantangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya peran NU dalam membentengi moral generasi muda di era digital.
Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi XI, H. Ahmad Zahidin, S.Pd., menjelaskan bahwa forum ini juga membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta merumuskan arah strategis organisasi ke depan. “Dengan semangat kebersamaan, kami berharap konferensi ini menjadi tonggak awal langkah-langkah penguatan NU di tingkat kecamatan,” ungkapnya.
Dengan terpilihnya KH. Khozin dan H. Mustaqim sebagai nahkoda baru, MWCNU Bojong diharapkan mampu melanjutkan dan mengembangkan program-program strategis demi penguatan peran sosial-keagamaan NU serta pemberdayaan umat yang lebih kokoh dan mandiri.
Kontributor: Syaikhul Alim
Views: 135







