Beranda Warta Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan Ikuti Pameran Benda Pusaka di Rakerwil II

Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan Ikuti Pameran Benda Pusaka di Rakerwil II

440
0
Lesbumi PCNU Kabupaten Ikuti Pameran Benda Pusaka di Rakerwil II yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Grogol Sidomukti Kota Salatiga, 1-3 Juli 2025 (Dok. LTNNU)

Salatiga, nukotasantri.or.id – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan ikut meramaikan kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) II yang digelar oleh Lesbumi PWNU Jawa Tengah.

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Grogol Sidomukti Kota Salatiga, 1-3 Juli 2025 tersebut, salah satunya dengan ikut serta dalam pameran benda pusaka Nusantara.

Selain pameran benda pusaka, juga dilaksanakan Halaqoh Kebudayaan dan Pendidikan Islam, Rakorwil II, Workshop Sinematografi, malam syiar budaya Muharam serta santunan anak yatim dan bazar UMKM.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Lesbumi PBNU KH. Jadul Maula, Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, KH Bahrudin pengasuh Qoriyah Thoyibah, Wakil Walikota Salatiga, Pengurus PWNU Jawa Tengah, pengurus PCINU Amerika- Kanada, MUI dan BAZNAS Kota Salatiga serta pengurus Lesbumi se-Jawa Tengah.

Ditemui usai kegiatan pameran, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan H. Nur Rokhim mengatakan, ada puluhan benda pusaka yang dibawa pengurus Lesbumi Kabupaten Pekalongan yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

“Tidak hanya keris, akan tetapi juga benda pusaka dari nusantara, diantaranya rencong, kujang dari Jawa Barat dan juga ada peninggalan dari kerajaan Kutai,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa dalam pameran tersebut, Lesbumi Kabupaten Pekalongan merupakan satu-satunya yang menampilkan benda pusaka.

“Awalnya kami kira akan banyak, tetapi hanya dari kami yang bawa,” tambahnya.
Dirinya berharap, dengan adanya pameran ini bisa menambah kecintaan terhadap peninggalan leluhur bangsa Indonesia. Karena menurutnya keris tidak hanya sebagai senjata perang namun mempunyai nilai filosofis seperti istilah ‘dapur mowo karep pamor wisngarani’.

“Seperti keris yang merupakan simbol doa permohonan, dhapur atau model menunjukan “karep” simbol keinginan dan pamor atau motif gambar meteorit keris menunjukan permohonan itu sendiri.
Seperti keris yang dipegang KH. jadul Maula yakni dapur Sempono luk 9 dengan pamor wengkon isi dimana dapur sempono yang mempunyai karep ataukeinginan tercapainya impian. Pamor Wengkon isi woswutah yang berisi doa perlindungan dan keberkahn rejeki yang banyak berkecukupan sandang pangan,” pungkasnya.

Kontributor: Asy’ari

Editor: Syaikhul Alim

Views: 89

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini