Beranda Pendidikan PORSEMA XIII Jawa Tengah: Panggung Sportivitas dan Kreativitas Pelajar NU

PORSEMA XIII Jawa Tengah: Panggung Sportivitas dan Kreativitas Pelajar NU

363
0
Porsema XIII berlangsung di Kabupaten Wonosobo Tanggal 10-13 Septeber 2025

Wonosobo, nukotasantri.or.id – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah kembali menggelar Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII Tahun 2025. Ajang bergengsi tingkat provinsi ini berlangsung pada Rabu–Sabtu, 10–13 September 2025, di Kabupaten Wonosobo, dengan mengusung tema “Kolaborasi membangun generasi yang sehat, hebat, dan prestasi dahsyat untuk Nusantara yang kuat.”

PORSEMA bukan sekadar kompetisi olahraga dan seni, melainkan wadah pengembangan minat, bakat, serta sarana pembinaan karakter pelajar di bawah naungan Ma’arif NU. Tahun ini, sebanyak 5.577 peserta, 1.794 official, dan lebih dari 4.000 partisipan ikut memeriahkan perhelatan akbar tersebut.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, M.S.I., menegaskan bahwa PORSEMA adalah instrumen penting dalam membentuk generasi muda NU.

“PORSEMA hadir untuk melahirkan pelajar yang sehat jasmani, kuat rohani, berprestasi, dan berkarakter Aswaja An-Nahdliyah. Selain itu, PORSEMA menjadi ruang silaturahmi, kolaborasi, sekaligus pembiasaan budaya sportivitas,” jelasnya.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam pembukaan, di antaranya Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Suyitno, Ketua LP Ma’arif NU PBNU Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, perwakilan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Kepala Kanwil Kemenag Jateng H. Saiful Mujab, serta Bupati Wonosobo H. Afif Nur Hidayat.

PORSEMA XIII juga menghadirkan maskot khas bernama “Si Dombos,” simbol ketangguhan, kehangatan, dan semangat kebersamaan pelajar NU. Sementara logo PORSEMA mengekspresikan energi kolaborasi, sportivitas, dan semangat berprestasi.

Tercatat 29 cabang lomba dipertandingkan, terdiri dari 11 cabang olahraga—antara lain catur, atletik, tenis meja, bulutangkis, bola voli, futsal, sepak takraw, basket, senam NU, dan lompat jauh—serta 18 cabang seni, seperti MTQ, kaligrafi, pidato empat bahasa, debat, puisi religi, pencak silat NU, qasidah religi, rebana, penulisan biografi kiai, hingga festival talenta PDBK.

Sebanyak 24 venue di Kabupaten Wonosobo dipersiapkan untuk pelaksanaan lomba, mulai dari Stadion Kalianget, MAN 2 Wonosobo, GOR Tobong Kertek, UNSIQ Wonosobo, hingga Alun-Alun Wonosobo. Agenda utama meliputi registrasi dan pembukaan pada 10 September di Hall Sasana Adipura Kencana, perlombaan pada 11–12 September, serta penutupan di Pendopo Kabupaten pada 13 September 2025.

Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan panggung hiburan di Alun-Alun Wonosobo dengan menampilkan kreasi seni budaya pelajar NU yang bisa dinikmati masyarakat.

Lebih dari sekadar ajang lomba, PORSEMA XIII menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun karakter generasi muda NU. Dengan melibatkan ribuan peserta dari 4.241 lembaga Ma’arif NU se-Jawa Tengah, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen LP Ma’arif NU dalam mencetak generasi unggul berbasis nilai Aswaja.

“PORSEMA adalah gerakan bersama. Melalui semangat kolaborasi dan sportivitas, kita ingin melahirkan pelajar NU yang tangguh, berprestasi, dan setia kepada NU serta NKRI,” pungkas Fakhruddin.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 35

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini