
Jakarta, nukotasantri.or.id – Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Dr. H. Ali Imron, mendapat amanah baru dalam kepengurusan Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (FR-PTNU) periode 2026–2028. Dalam kepengurusan yang baru dilantik di Gedung PBNU Jakarta, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Koordinator Wilayah Jawa.
Kepengurusan FR-PTNU periode 2026–2028 dipimpin oleh Prof. Dr. H. Nasruddin Suyuti sebagai Ketua dan Prof. Dr. H. Helmi Purwanto sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris diamanahkan kepada Dr. Abu Amar Bustomi, sedangkan jabatan Bendahara dipegang oleh H. Supendi Samian, MM.
Selain penunjukan Ali Imron untuk wilayah Jawa, susunan pengurus juga menetapkan Dr. Ibnu Affan sebagai Koordinator Wilayah Sumatra, Prof. Dr. Hamdani untuk wilayah Kalimantan, serta Prof. Dr. H. Lahaji Haedar yang bertanggung jawab atas wilayah Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Dr. rer. pol. Faishol Aminuddin. Pembacaan SK tersebut menjadi penanda dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang diharapkan mampu mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PBNU Jakarta itu turut dihadiri oleh Prof. Dr. KH. M. Nizar Ali selaku Ketua PBNU, para rektor PTNU dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ainun Na’im mengajak seluruh PTNU untuk membangun kekuatan bersama melalui riset dan kerja sama lintas kampus. Menurutnya, sinergi yang kuat antarperguruan tinggi akan menghasilkan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan bangsa.
Menanggapi kepercayaan yang diberikan kepadanya, Ali Imron menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi PTNU di Pulau Jawa.
“Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kami ingin memperkuat koordinasi antarkampus PTNU di Jawa agar lahir berbagai program bersama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan institusi. Kebersamaan menjadi kunci utama dalam memajukan PTNU,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa PTNU memiliki sumber daya dan potensi yang besar untuk menjadi kekuatan akademik yang semakin diperhitungkan di Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama antarperguruan tinggi perlu terus diperluas guna menjawab berbagai tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Pelantikan pengurus FR-PTNU periode 2026–2028 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi, memperluas jejaring, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengabdian yang dilakukan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama bagi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.
Views: 46







