Beranda Hikmah Segenggam Gandum Penyelamat Nyawa

Segenggam Gandum Penyelamat Nyawa

215
0

Di sebuah desa yang asri pada masa Nabi Sulaiman AS, hiduplah seorang laki-laki yang memiliki pohon besar di samping rumahnya. Pohon itu rindang dan menjadi tempat tinggal bagi seekor burung merpati beserta anak-anaknya. Setiap hari, burung itu merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, mengajarkan mereka cara bertahan hidup di alam liar.

Suatu hari, sang istri meminta laki-laki itu untuk memanjat pohon dan mengambil anak merpati sebagai santapan bagi keluarga mereka. Awalnya, laki-laki itu ragu, tetapi desakan istrinya membuatnya luluh. Dengan hati yang sedikit berat, ia memanjat pohon dan mengambil beberapa anak merpati. Sang induk merpati yang kehilangan anak-anaknya merasa sangat sedih dan bergegas menghadap Nabi Sulaiman AS untuk mengadu.

Mendengar keluhan sang induk merpati, Nabi Sulaiman AS segera memanggil laki-laki itu dan menasihatinya agar tidak mengulangi perbuatannya. Laki-laki itu pun berjanji untuk tidak lagi mengambil anak-anak burung dan bertekad mematuhi perintah sang nabi.

Namun, beberapa waktu kemudian, istrinya kembali membujuknya. “Apa kau kira Nabi Sulaiman akan peduli pada burung sekecil itu? Ia pasti sibuk dengan urusan kerajaannya,” ujar istrinya.

Laki-laki itu awalnya menolak, tetapi setelah terus-menerus dibujuk, ia akhirnya tergoda dan memanjat pohon lagi untuk mengambil anak-anak merpati. Seperti sebelumnya, induk burung yang malang itu kembali menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan perbuatan laki-laki tersebut.

Kemarahan Nabi Sulaiman memuncak. Ia lalu memanggil dua jin dari ujung timur dan barat dunia. “Jaga pohon itu! Jika laki-laki itu kembali mengambil anak burung, jatuhkan dia dari pohon itu,” perintahnya.

Dua jin itu pun bergegas melaksanakan tugasnya, bersiap siaga di sekitar pohon. Tak lama berselang, sang induk merpati kembali menetaskan anak-anaknya. Laki-laki itu, yang masih belum jera, sekali lagi memanjat pohon untuk mengambil anak-anak burung tersebut.

Namun, di saat yang bersamaan, datanglah seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya. Pengemis itu tampak lemah dan kelaparan. Melihat itu, laki-laki itu meminta istrinya untuk memberikan sesuatu kepada pengemis itu, tetapi sang istri menjawab, “Kita tak punya apa-apa untuk diberikan.”

Tanpa berpikir panjang, laki-laki itu turun dari pohon, mengambil segenggam gandum, dan memberikannya kepada pengemis tersebut. Setelah itu, ia kembali memanjat pohon untuk mengambil anak-anak merpati.

Sang induk burung kembali menghadap Nabi Sulaiman dan mengadukan kejadian tersebut. Nabi Sulaiman menjadi semakin marah dan segera memanggil dua jin yang telah ditugaskan menjaga pohon itu. “Mengapa kalian tidak menjatuhkan laki-laki itu?” tanya Nabi Sulaiman dengan nada tegas.

Kedua jin itu menjawab dengan penuh ketakutan, “Kami tidak mengkhianatimu, wahai Nabi Allah. Kami telah bersiap menjatuhkannya. Namun, tepat ketika ia memberikan setangkup gandum kepada seorang pengemis, Allah mengutus dua malaikat. Salah satu malaikat meraih leherku dan melemparku ke arah timur, sementara yang satunya lagi melempar sahabatku ke barat. Kami tak berdaya menghadapi kekuatan mereka.”

Mendengar penjelasan itu, Nabi Sulaiman terdiam dan merenung. Ia lalu berkata kepada para pengikutnya, “Lihatlah, bahkan sedekah yang tampak kecil di mata manusia bisa menjadi penyelamat dari musibah yang besar. Maka janganlah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun.”

Pelajaran Moral:

Kepatuhan kepada perintah Allah dan para nabi-Nya harus dijunjung tinggi.

    Laki-laki dalam kisah ini telah diingatkan tetapi tetap tergoda oleh bujukan istrinya.

    Godaan dan rayuan bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kesalahan.

    Penting bagi seseorang untuk tetap teguh pada prinsip kebenaran.

    Sedekah memiliki kekuatan luar biasa.

    Bahkan segenggam gandum yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi penyelamat dari bahaya yang besar.

    Allah selalu mengawasi dan memberikan balasan atas setiap perbuatan.

    Jin yang ditugaskan Nabi Sulaiman pun tidak mampu melawan kehendak Allah ketika seseorang berbuat kebaikan.

    Kisah ini mengajarkan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, Allah pasti melihatnya dan memberikan balasan yang setimpal.

    Penulis: Syaikhul Alim

    Views: 14

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini