Beranda Fragmen Mengenal Masjid Jami’ Ar-Rohmah Banyurip Pekalongan

Mengenal Masjid Jami’ Ar-Rohmah Banyurip Pekalongan

780
0
Lukisan Masjid Jami’ Ar-Rohmah Banyurip (foto: dok. M. Miftahudin)

Oleh: Muhammad Miftahudin

Masjid Jami’ Ar-Rohmah Banyurip terletak di Desa Banyurip Ageng, Kota Pekalongan. Masjid ini berada di tengah-tengah pemukiman warga, berdekatan dengan madrasah dan pondok pesantren, menjadikannya pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan masyarakat sekitar.

Berdasarkan prasasti yang ada, masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1300 Hijriah. Tertulis dalam prasasti:

وقد بني هذا المسجد من الهجرة النبوية صلى الله عليه وسلم في جم أول سنة ١٣٠٠ ه‍

Dari tulisan tersebut dapat diketahui bahwa masjid ini dibangun pada bulan Jumadil Awal tahun 1300 Hijriah. Artinya, pada tahun ini usia masjid telah mencapai 147 tahun—nyaris mendekati satu setengah abad. Jika dikonversikan ke kalender Masehi, maka tahun pendiriannya adalah sekitar 1883 M.

Menurut penjelasan Ibnu Umi Maktum, salah satu pengurus Masjid Ar-Rohmah Banyurip, masjid yang awalnya berupa langgar panggung ini didirikan oleh Mbah KH. Abdurrohim bin KH. Sa’id. Gaya arsitektur awal masjid ini mengadopsi bentuk Masjid Keraton Solo.

“Kalau awalnya, masjid ini persis seperti Masjid Keraton Solo—mulai dari bagian depan, atap, dan lainnya. Cerita sesepuh dulu memang seperti itu,” ujarnya.

Pada tahun 1954 M, masjid yang berada dekat dengan pusat pendidikan ini mengalami renovasi pertama. Gaya arsitekturnya pun berubah, dari yang semula bergaya Masjid Keraton Solo menjadi menyerupai Masjid Kesultanan Palembang.

“Ceritanya unik. Dulu ada orang yang dikira sudah meninggal karena lama tidak pulang ke rumah. Ternyata selama itu ia berada di Palembang. Saat pulang ke kampung halamannya, masjid sedang direnovasi, dan ia yang mendesainnya dengan gaya arsitektur Masjid Kesultanan Palembang,” imbuhnya.

Kemudian, pada tahun 2017, masjid ini mengalami renovasi kedua yang masih berlangsung hingga kini. Bangunan kuno yang masih utuh dan bertahan adalah tembok bagian dalam yang berbentuk huruf U dan mustaka yang terbuat dari kuningan. Sementara bagian lainnya telah mengalami banyak perubahan karena berbagai pertimbangan.

Views: 156

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini