Beranda Warta Ziarah Masyayikh PCNU Pekalongan Buka Rangkaian Harlah NU ke-100

Ziarah Masyayikh PCNU Pekalongan Buka Rangkaian Harlah NU ke-100

190
0
Kegiatan Ziarah Masyayikh sebagai Pembuka Peringatan Hari Lahir Ke-100 Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pekalongan digelar Sabtu (17/01/2026) (Dok. LTNNU)

PEKALONGAN, nukotasantri.or.id —Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama tingkat Kabupaten Pekalongan diawali dengan kegiatan Ziarah Masyayikh PCNU yang digelar pada Sabtu (17/01/2025). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100 tahun 2026 yang diikuti oleh jajaran pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan beserta keluarga masyayikh yang diziarahi.

Ketua Panitia Harlah ke-100, H. M. Ahsin Hana, menyampaikan bahwa ziarah tahun ini dilakukan ke empat tokoh penting yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan NU di Kabupaten Pekalongan. “Ziarah Masyayikh PCNU Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 kali ini mendatangi empat tokoh yang menjadi panutan. Mereka telah berjasa dalam khidmah dan perkembangan NU di daerah ini,” ujarnya.

Rombongan ziarah mengawali perjalanan di Makam KH. Chumaedi di Logaten, Wonopringgo. Kiai sepuh ini tercatat pernah menjabat sebagai Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan selama tiga periode (1971–1979) serta Rais Syuriyah periode 1985–1989. Almarhum dikenal sebagai juru dakwah yang gigih dan konsisten berdakwah hingga ke pelosok Kabupaten Pekalongan, bahkan hingga wilayah Karangkobar, Banjarnegara.

Perjalanan dilanjutkan ke makam KH. Ahmad Minanul Aziz di Sinangoh Prendeng, Kajen. Pendiri Pesantren Fathul Huda asal Purwodadi ini pernah menjabat sebagai Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan (2018–2021). Masyarakat mengenalnya sebagai mubaligh yang tidak kenal lelah dalam menyampaikan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di berbagai kesempatan dakwah. Dakwahnya tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama di tengah masyarakat.

Ziarah berikutnya menuju Bojonglor, Bojong, tempat peristirahatan dua tokoh sekaligus, yaitu Drs. KH. Moh. Muslim Ichsan dan Drs. KH. Muhammad Dhukron. KH. Moh. Muslim Ichsan pernah memegang amanah sebagai Sekretaris PCNU Kabupaten Pekalongan selama tiga periode berturut-turut (1989–1993, 1993–1997, dan 1997–1999). Rekam jejak tersebut menjadi bukti kepercayaan para kyai dan pengurus NU terhadap integritas dan loyalitas beliau. Meski aktif di kepengurusan NU, masyarakat Bojong lebih mengenalnya sebagai “kyai kampung”—sebutan yang justru menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat dan kesederhanaannya dalam berdakwah.

Sementara itu, Drs. KH. Muhammad Dhukron dikenal sebagai figur ulama yang aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan keulamaan. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Ketua Komisi Ukhuwah & Kerjasama MUI Kabupaten Pekalongan (2020–2025), Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, serta Ketua Takmir Masjid Agung Al-Muhtaram Kajen. Ia juga menginisiasi Majlis Dzikir Payung Putih yang rutin digelar setiap Ahad dengan jamaah mencapai 250–300 orang. Aktivitas itu menunjukkan bahwa hidup beliau benar-benar diisi dengan khidmah untuk umat.

Dalam kegiatan ziarah tersebut, selain pembacaan doa dan tahlil untuk para masyayikh, PCNU Kabupaten Pekalongan juga menyerahkan piagam penghargaan atas kiprah dan dedikasi para tokoh terhadap perkembangan NU. Cinderamata turut diberikan kepada keluarga masing-masing tokoh sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, menyampaikan bahwa ziarah masyayikh selalu menjadi agenda tetap menjelang peringatan Harlah NU setiap tahunnya. “Ziarah ini merupakan pembuka rangkaian Harlah ke-100. Di samping kegiatan ziarah ini, PCNU juga akan menggelar Peresmian Pondok Pesantren Annahdliyah di Bantul Kesesi pada 24 Januari 2026, yang insya Allah dihadiri oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Mbah KH. Ubaidullah Shadaqah,” tuturnya. Selain itu, PCNU juga akan menyelenggarakan Bahtsul Masail Tingkat Wilayah pada Ahad, 25 Januari 2026, bertempat di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Jalan Karangdowo No. 9 Kedungwuni.

Di akhir kegiatan, PCNU Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi kepada keluarga para masyayikh. “Kami berharap kita semua dapat meneladani perjuangan mereka serta meneruskan khidmah untuk masyarakat,” demikian disampaikan panitia mewakili jajaran PCNU.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu NU, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan dan dedikasi para ulama adalah fondasi kuat yang harus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus. Dengan mengawali rangkaian harlah melalui ziarah, PCNU Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa perjalanan menuju satu abad NU harus dimulai dengan meneladani para tokoh yang telah menanamkan nilai, keikhlasan, dan khidmah dalam sejarah organisasi.

Kontributor: Syaikhul Alim

Views: 32

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini