Kedungwuni, NU Kota Santri – Sebanyak 14 kantong darah berhasil terkumpul dalam kegiatan kemanusiaan yang digelar oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tosaran bekerja sama dengan PMI Kabupaten Pekalongan pada Jumat, (28/8), yang bertempat di Aula Balai Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni.
Ketua Pelaksana, Sahabat Iwantoro menjelaskan bahwa kegiatan yang rutin digelar sejak 2020 ini merupakan bentuk konsistensi pengurus yang pada awalnya sempat kebingungan menentukan jenis kegiatan organisasi.
“Awalnya kami bingung mengadakan kegiatan sosial apa yang tidak menggalang dana dan bisa dilaksanakan secara kontinu. Kami merasa donor darah adalah kegiatan yang cocok, maka kami adakan rutin sampai sekarang,” ujarnya.
Motivasi itulah yang membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor ranting Tosaran rutin mengadakan donor darah hingga sekarang, selama tidak ada agenda lain dari organisasi yang berbenturan.
Ia juga menambahkan, pada awalnya donor darah hanya diikuti oleh internal pengurus. Kini, semakin banyak masyarakat yang menjadikan donor darah sebagai bagian dari kepedulian sosial.
“Awal dilaksanakan pada tahun 2020, peserta dari pengurus ranting yang diwajibkan ikut donor. Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat Desa Tosaran yang mengetahui, bahkan hingga warga luar desa ikut serta,” Imbuhnya.
Iwantoro mengatakan, kegiatan ini turut mendorong gaya hidup sehat warga, karena banyak peserta yang mulai sadar pentingnya menjaga kondisi tubuh agar donor darah mereka berhasil.
Salah satu peserta dari luar desa, Riskiyah, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini.
“Saya dapat info dari saudara, warga Tosaran, bahwa di ranting Tosaran ada kegiatan donor darah. Lega setelah berhasil donor darah, dan banyak manfaat yang saya dapatkan,” terang Riskiyah.
Selain itu, salah satu tokoh masyarakat yang turut menyumbangkan darahnya, Bapak Rubai, Ketua Tanfidziyah Pimpinan Ranting (PR) Nahdlatul Ulama Tosaran sangat mengapresiasi kegiatan ini.
“Ini salah satu kegiatan sosial yang bermanfaat karena membantu masyarakat mendonorkan darahnya. Tambah menariknya lagi, ada hidangan yang disediakan panitia,” terangnya saat ditemui disela-sela acara.
Di usianya yang tak lagi muda, 54 tahun, Rubai tetap bersemangat mengikuti donor darah. Ia tercatat sudah 24 kali mendonorkan darahnya.
“Jadi enak badannya setelah donor, enteng,” Imbuhnya.
Sebagai apresiasi untuk para pendonor, panitia menyiapkan satu mangkok sup daging domba untuk setiap peserta yang berhasil donor. Semangkuk sup itu seakan memulihkan tenaga yang terkuras usai mendonorkan darah.
Kontributor : Muhammad Maelal Marom
Editor : Ismuhadi
Views: 28








