Beranda Warta Filantropi Jadi Arah Konsolidasi Media NU Jawa Tengah dan DIY

Filantropi Jadi Arah Konsolidasi Media NU Jawa Tengah dan DIY

438
0
Workshop Jurnalistik Filantropi yang digelar NU Online di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kroya Cilacap menghadirkan salah satu pembicara Andy F. Noya (Jurnalis Senior dan Host Kick Andy) (Dok. LTNNU Pekalongan)

Cilacap, nukotasantri.or.id – ‎Selapang tanah tandus nan gersang sedang merindukan semilir angin dari rindangnya pepohonan. Begitu kiranya aku menggambarkan sebuah kebaikan yang haus akan kepedulian dari segerombol manusia berhati mutiara di era digital ini. Di tengah-tengah himpitan sosial ekonomi masyarakat, Nahdlatul Ulama hadir merangkul masyarakat untuk saling bergotong royong dalam kebaikan.
‎
‎Sebagaimana sebuah mutiara yang tersimpan di dalam kerang, tidak mungkin keindahannya berakhir sia-sia saja, bukan? Untuk itu, Nahdlatul Ulama terus menyuarakan narasi-narasi kebaikan untuk membangun kemaslahatan umat melalui jurnalisme filantropi. Sejak Jumat, (23/05), kemarin, NU Online bekerjasama dengan LAZISNU PBNU mengadakan Workshop Jurnalistik Filantropi, di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kroya, Cilacap.
‎
‎Workshop ini menghadirkan Andy F. Noya (Host Kick Andy), Savic Ali (Ketua PBNU Bid. Media), Hamzah Sahal (Direktur NU Online), Ivan Aulia Ahsan (Pimred NU Online), Suci Amaliyah (Jurnalis NU Online), dan Lukman Hakim (Kabiro NU Online Jateng). Semua narasumber tersebut memfokuskan para peserta untuk menjadi kontributor media NU se-Jawa Tengah-DIY. Sejak dua hari ini, para peserta sudah mendapatkan materi-materi perihal jurnalisme filantropi.
‎
‎Selama materi Andy F. Noya berlangsung, ia menyampaikan agar para peserta workshop ini mulai bergerak menulis dari hal-hal kecil. Sebelum itu, Ia memberikan beberapa contoh dari program Kick Andy sebagai gerakan jurnalisme filantropi, seperti mengangkat sosok Buyung anak penjual sapu lidi. Ia juga mengatakan pengaruh media sangat berdampak untuk gerakan filantropi.
‎
‎”Hidup harus bermakna, cerita yang inspiratif yang ditulis teman-teman nanti akan menggerakkan banyak orang untuk berbuat baik, salah satunya jurnalistik filantropi ini. Lakukan mulai dari hal-hal kecil dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing,” ujar Andy F. Noya.
‎
‎Hamzah Sahal, Direktur NU Online, juga mendorong para peserta menulis dan memvisualisasikan isu-isu filantropi. Untuk itu, peserta akan dibekali materi selama tiga hari dua malam yang akan ditutup pada Minggu, (25/05).
‎
‎”Orientasi sahabat-sahabat hadir di sini nantinya akan menjadi penggerak media di PCNU masing-masing, khususnya bekerjasama dengan lembaga filantropi seperti LAZISNU atau LPBI NU. Jurnalisme filantropi hadir untuk memberikan apresiasi, menguatkan literasi, dan sarana dakwah amar ma’ruf,” jelas Hamzah Sahal.
‎
‎”Saya tertarik karena ternyata konsep filantropi bisa menjadi jalan untuk menjaga independensi media, sekaligus mendorong praktik jurnalisme terutama bagi para kontributor dan calon kontributor NU Online yang berpihak pada kepentingan publik,” kesan dari salah satu peserta, Husna Mahmudah, Purworejo.
‎
‎Penulis: Ihza Maulina

Views: 38

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini